PLN Eventure 2026 Touring Mobil Listrik Tiba di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara menggelar PLN Eventure Tour NTT 2026 sebagai bagian dari kampanye percepatan transisi energi dan pemanfaatan kendaraan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan bertajuk “Melaju Bersama Energi Masa Depan” berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, dengan titik start dari Kantor PLN UIW NTT Kupang pukul 09.00 Wita menuju ke Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Adapun, rute perjalanan touring melintasi jalan trans Timor Oesao menuju Soe, Kefamenanu hingga Atambua, sebelum kembali finis di Kupang. Pemilihan jalur tersebut untuk membuktikan bahwa kendaraan listrik mampu menempuh jarak jauh dan medan menantang di Pulau Timor.

Touring mobil listrik PLN tiba di Atambua dan menggelar di Alun-Alun Simpang Lima Kota Atambua. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay, unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi NTT, instansi vertikal, BUMN/BUMD, pimpinan perangkat daerah, serta manajemen Chery sebagai penyedia kendaraan listrik.

Manajer PLN UP3 Kupang, Nikolas Adrian dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bukti kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di NTT.

Akui dia, mengemudikan mobil listrik dari Kupang menuju Atambua dengan baterai terisi penuh. Sesampainya di Atambua, baterai masih tersisa sekitar 40 persen.

“Padahal sempat digunakan untuk kegiatan di Soe. Jadi kekhawatiran masyarakat soal kehabisan baterai di jalan sebenarnya bisa dijawab dengan pengalaman nyata ini,” kisah Adrian.

Lanjut dia, PLN telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis, termasuk kantor PLN di Oesao, Soe, Kefamenanu, hingga Atambua. Di Kota Kupang, SPKLU juga tersedia di beberapa hotel dan kafe.

 

Dari sisi biaya, perjalanan Kupang–Atambua menghabiskan sekitar 50 kWh energi. Dengan tarif SPKLU Rp2.500 per kWh, total biaya sekitar Rp125.000. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil yang bisa menghabiskan Rp300.000–Rp500.000 untuk jarak yang sama.

“Kalau pengisian di rumah dengan tarif listrik rumah tangga Rp1.650 per kWh, tentu lebih murah lagi,” terang Adrian.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN dan Chery menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di wilayah perbatasan RI–Timor Leste.

“Kita harus tes dulu. Jangan sampai tahun pertama bagus, tahun kedua setengah bagus, tahun ketiga kita sudah pusing cari tempat cas,” kata dia dalam sambutannya.

Willy Lay juga menyoroti daya tahan baterai dan layanan purna jual sebagai faktor penting sebelum pemerintah daerah memutuskan penggunaan kendaraan listrik secara luas.

“Kalau memang bagus, kita siap. Mobil dinas bisa saja kita ganti. Tapi kita mau uji dulu satu sampai dua tahun. Kalau mantap, kita lanjut,” tegas dia.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu bersama pimpinan OPD dan unsur Forkopimda melakukan test drive mobil listrik mengelilingi Kota Atambua. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan cenderamata dari PLN kepada Bupati Belu, Wakapolres Belu, dan pimpinan perangkat daerah.

Willy Lay juga mengajak masyarakat mendukung program PLN, khususnya pembayaran listrik tepat waktu melalui aplikasi dan layanan resmi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat pengguna listrik pascabayar, baik institusi pemerintah maupun masyarakat umum, mari bayar listrik tepat waktu dan dukung program PLN,” seru dia.

Dengan semangat “Energi Bersih, Gerak Nyata untuk Masa Depan NTT”, PLN berharap kendaraan listrik di Pulau Timor bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata menuju transportasi hemat, modern, dan ramah lingkungan.