Lima Perusahaan Telah Salurkan CSR

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Hingga semester pertama 2019, baru lima perusahaan yang telah menyalurkan dana corporate social responsibillity (CSR) di wilayah kelima perusahaan itu berinvestasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT, Marsianus Jawa sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (23/9/2019).

Marsianus mengatakan, sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), jumlah perusahaan yang diinventarisir menyediakan dana CSR sebanyak 10 perusahaan. “Namun pada semester pertama, realisasinya sudah mencapai 50 persen atau lima perusahaan dari target yang ditetapkan,” paparnya.

Kelima perusahaan yang telah menyalurkan dana CSR sebagai berikut PT Timor Mitra Niaga melaksanakan kegiatan di Kecamatan Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya. Kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan sekolah dan rumah ibadat, serta pemberdayaan masyarakat. PT Tamaris Garam Nusantara melakukan kegiatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berupa pembangunan gereja.

Perusahaan lain yang juga telah menyalurkan dana CSR, lanjutnya, PT Nuha Kepa Kai menyalurkan dana di Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor. Bentuk CSR yang dilaksanakan adalah pendidikan Bahasa Inggris di SD Desa Alor Kecil. PT Komodo Dragon menyalurkan dana CSR di Pulau Mesah, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Bentuk kegiatannya adalah pembangunan masjid. PT Indonesia Adventure menyalurkan dana CSR di Sumba Barat. Bentuk kegiatannya adalah pembangunan sarana air bersih, malnutrisi, pemberantasan penyakit malaria, serta pendidikan bekerjasama dengan Sumba Foundation.

Pada kesempatan itu Marsianus mengatakan, pada kegiatan Regional Investment Forum (RIF) dan Indonesian Fashion Week beberapa waktu lalu, ada sejumlah perusahaan yang menyatakan minat untuk berinvestasi di NTT. Bahkan ada tiga perusahaan yang langsung melakukan survei ke lokasi. Tiga perusahaan itu yakni Dune Indonesia di Kabupaten Manggarai Barat yang akan membangun hotel bintang tiga. Sedangkan di Kabupaten Rote Ndao ada dua perusahaan, yakni Exim 20/20 Group.LLC yang bergerak di bidang energi terbarukan. Selain itu perusahaan Salim Group yang bergerak di bidang budidaya perikanan.

“Gubernur sangat mengharapkan kami selalu berinovasi untuk menghadirkan investor agar berinvestasi di daerah ini,” ujar Marsianus.

Kepala Bidang Pengendalian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Krispinus Afulit menyebutkan perkembangan investasi periode September 2018 hingga saat ini. Ada empat sektor investasi yang dilakukan investor dalam kurun waktu tersebut. Sektor pertanian/perkebunan dilaksanakan oleh PT Tigate Tress Indonesia untuk usaha jambu mete di Flores Timur, dan PT Mas PT Organik Kufeu untuk usaha kelor di Malaka.

Sektor perikanan dan kelautan dilakukan oleh PT Timor Livestock Lestari untuk usaha garam di Kabupaten Kupang, PT Garam Indonesia Nasional untuk usaha garam di Teluk Kupang, dan PT Inti Daya Kencana untuk usaha garam di Malaka.

Krispinus lebih lanjut menerangkan, sektor pariwisata dilakukan oleh PT Tarimbang Jaya Raya untuk usaha resort di Sumba Timur. PT Lelewatu untuk usaha resort di Sumba Barat. PT Konda Malomba untuk usaha resort di Sumba Tengah. PT NTT Investasi untuk usaha resort di Lembata. PT Indonesia Versi Properti untuk usaha Hotel Marina di Labuan Bajo.

Sementara itu, sektor energi listrik dilaksanakan oleh PT Bayu Alam Sejahtera untuk usaha listrik tenaga angin di Timor Tengah Selatan (TTS). PT Indo Solusi Utama untuk usaha listrik tenaga surya di Sikka dan Ende.