Kades di Noemuti Perintahkan Pengelola Tutup Gedung PAUD, Seminggu KBM Lumpuh Total

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Di Desa Oeperigi Kecamatan Noemuti kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Kepala Desa [Kades] Oeperigi secara sepihak memerintahkan Pengelola menutup Gedung Sekolah PAUD Kelompok Bermain St. Petrus Oeperigi.

Sang Kades dikabarkan memaksa pihak pengelola menutup Gedung Paud lantaran kesal terhadap salah satu pendidik sekaligus perintis berdirinya PAUD Kelompok Bermain St. Petrus Oeperigi.

Penutupan gedung PAUD ini sudah berlangsung sejak Selasa [27/08/2019] sehingga Kegiatan Belajar Mengajar [KBM] terhenti selama seminggu bajkan hingga berita ini diturunkan, Senin [02/09/2019].

Masalah penutupan gedung PAUD dipicu oleh sikap tegas seorang pendidik, Theodora Kase yang tidak bersedia menandatangani Berita Acara perubahan pengadaan ATK PAUD. Penolakan penandatanganpun ber asalan.
Kepada media ini, Theodora Kase yang dihubungi pertelepon pada Minggu [01/09] menjelaskan, dirinya memang tidak bersedia menandatangani Berita Acara sesuai permintaan Kades Silvester Berkanis. Pasalnya isi Berita Acara yang dibacakan Kades Silvester Berkanis tidak sesuai kenyataan.

“Masalahnya pada hari Senin [26/08] ada penyerahan ATK PAUD yang bersumber dari APBDes desa Oeperigi. Ada beberapa sarana seperti Infocus, Laptop dan ATK berupa kertas 10 rim. Namun pengadaan fisik ATK hanya 5 rim. Jadi saya pertanyakan mengapa ada perbedaan isi berita acara dan fisik yang diterima. Kemudian oleh Sekdes, disampaikan ke Kades bahwa mereka hanya belanja 5 rim kertas karena ada kena pajak dan dipotong sehingga tidak sesuai berita acara yang dibacakan Kades,” ungkap Thedora Kase.

Lebih lanjut tenaga pendidik yang bersangkutan mengaku tidak mau menandatangi berita acara perubahan. “Saya sempat bilang berulang kali dalam forum resmi, jika memang sesuai RAB 10 rim, kenapa yang kami terima hanya 5 rim. Kades menjawab akan merubah jumlah dalam berita acara, yakni 5 rim agar sesuai fisik yang diterima. Tapi saya tetap membangkang dan menolak menandatangani.

Karena terlalu ngotot mempersoalkan perbedaan itu, kades menyalahkan saya dengan mengatakan untuk apa saya terlalu mempersoalkan hal tersebut. Dan itu sudah menjadi hak dan rahasia Kades dan perangkat desa.
“Untuk apa ibu terlalu mempermasalahkan perbedaan isi berita acara dan fisik yang diterima, toh itu sudah menjadi hak dan rahasia saya sebagai Kades dan perangkat desa. Jadi ibu tidak perlu tanya – tanya,! Demikian Theodora Kase, meniru jawaban Kades terhadapnya.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun media ini dari sejumlah masyarakat, gedung PAUD ditutup sejak hari Selasa. Bahkan pada hari Selasa sempat dibuka tapi sebelum dimulai KBM Kades sendiri langsung mendatangi sekolah dan memerintahkan pengelola untuk segera menutup gedung PAUD Kelompok Bermain St. Petrus yang sesuai sejarahnya dibangun pada tahun 2011 lalu.

Meskipun melalui foto penyegelan pintu gedung PAUD sudah jelas gedung itu sepi tanpa aktifitas Belajar Mengajar, namun Kades silvester Berkanis tetap ngotot tidak ada masalah di sana, bahkan saat dikonfirmasi media ini ia tetap berkeras tak ada penyegelan gedung PAUD.

“Kalau mau tahu lebih jelas, datang saja sendiri. Saya tidak terima percakapan lewat HP. Datang dan langsung tatap muka dengan saya supaya dengar penjelasan dari saya. Karena info yang didapat itu info sesat, tidak benar…itu hoax!!!. Tidak ada penyegelan, saya tidak tahu itu foto darimana jadi sekali lagi saya katakan itu informasi sesat!!!. Dan maaf saya tidak layani lagi wawancara lewat HP!!!”, tandas Berkanis dengan nada kesal bercampur amarah.