Buka Seminar LPMTI, Sekda Belu Minta Warga Perbatasan Tetap Komitmen NKRI Harga Mati

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di perbatasan Belu dan Timor Leste kita patut menjaga keutuhan NKRI. Artinya menjaga keutuhan Pemerintah, pertahanan bangsa karena itu wawasan kita harus diperkuat.

Demikian sambutan Sekda Belu, Petrus Bere sekaligus membuka seminar sehari yang digelar Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu di hotel Nusantara 2 Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (30/7/2019).

Sekda Bere menyampaikan, dirinya merasa bangga dengan pemuda meski berada di wilayah perbatasan negara tapi masih punya kepedulian dengan nasionalisme melalui kegiatan seminar hari ini.

“Kita di batas harus pegang teguh NKRI. Kita di batas NKRI harga mati. Kita tetap mempertahankan Indonesia, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas dia.

Menurut Bere, seperti diketahui saat ini banyak orang atau kelompok-kelompok yang menafsirkan Pancasila yang bukan-bukan. Karena itu mari kita selalu waspada, selalu antisipasi, duduk diskusi bersama dan jangan cepat terpengaruh.

Lanjut dia, walaupun kita berbeda-beda kita tetap satu yang ada di wilayah perbatasan. Kita satu Indonesia, satu Pancasila, satu Bhinka Tunggal Ika. Mari kita saling hargai perbedaan yang ada karena perbedaan itu indah.

Akhir sambutan, Sekda Belu kembali meminta kepada warga yang menjaga perbatasan tetap komitmen Indonesia harga mati, tidak ada tawar menawar.

“Mari kita perkokoh persatuan, wawasan kita paling penting. Sehingga kedepan tidak terganggu, karena banyak kelompok yang mau pora porandakan negara. Kita wajib bela negara apa lagi di batas kita selalu siap jaga keutuhan dan kedaulatan NKRI karena NKRI harga mati,” tandas Bere.

Kegiatan seminar sehari bertajuk upaya memperkokoh semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan masyarakat perbatasan RI-RDTL dihadiri para pemuda, pelajar, organisasi kepemudaan dan ormas pemuda lintas agama.

Adapun para pemateri seminar antara lain, tokoh agama Romo Yoris Giri, Pr, Ketua Pena Batas RI-RDTL Fredrikus Bau, Danramil 01-1605/Kota, Mayor Kav. Yatman dan Kesbangpol Belu Beni Ngalu.