Dinas Pertanian Mabar, Targetkan 21 Ribu Hektar Pada Musim Tanam Dua
Laporan Alvaro Saputra Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan Mabar, menargetkan sedikitnya 21 ribu hektar pada musim tanam 2 (Dua) tahun ini, yaitu periode April hingga September (ASep).
Demikian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mabar, Anggalinus Gapul, kepada wartawan, Selasa (25/6).
“Pada Periode Asep ini, Kita targetkan 21 ribu hektar untuk padi sawah yang beririgasi tetap. Realisasinya sampai dengan Minggu ketiga Juni ini sudah 10 ribu hektar lebih,” ujarnya.
Sedangkan, untuk lahan-lahan sawah tadah hujan, yang pada musim kemarau biasanya tidak ditanam, pihaknya mengintervensi dengan program palawija, termasuk di daerah hilir persawahan Lembor.
“Kita dorong untuk tanam palawija, karena airnya sangat terbatas, baik secara swadaya maupun intervensi pemerintah,” jelasnya.

Lebih anjut, Dia menjelaskan, anomali iklim yang selalu berubah-ubah atau tak menentu setiap tahunnya, tentu akan sangat berdampak pula terhadap aktivitas pertanian masyarakat pada umumnya.
Walau begitu, sejauh ini, pihaknya mengaku belum menerima laporan ataupun keluhan terkait gagal tanam maupun gagal panen.
Menurutnya, anomali iklim tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dapat diprediksi lebih cepat dari sekarang. Namun untuk tahun ini, cuaca tidak menentu dan sulit diprediksi.
Sebelumnya, periode ASep, dapat diprediksi lebih awal sebagai musim kemarau, namun kali ini, di wilayah tertentu, April masih terdapat curah hujan.
“Di daerah tertentu, yaitu di daerah ketinggian dan pegunungan masih terdapat curah hujan, seperti di wilayah Kuwus, Ndoso dan Welak bagian pegunungan. Dan ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap pertanaman kita, terutama di daerah hilir yang membutuhkan banyak air,” pungkasnya.
Di Mabar sendiri, biasanya kemarau panjang itu terjadi pada, Agustus hingga Oktober setiap tahunnya, tambahnya.

