PLN Dinilai Gagal Jaga Citra Bangsa pada Event TdF 2017
Laporan Jean Alfredo Neno
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – PT. PLN (Persero) yang merupakan salah satu perusahaan BUMN, dinilai gagal menjaga citra bangsa Indonesia pada perhelatan event balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) 2017. Pasalnya, terjadi pemadaman listrik hingga berkali-kali pada malam gala dinner penyambutan peserta balap sepeda TdF di Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu kepada wartawan usai acara penutupan rangkaian kegiatan TdF 2017 di Labuan Bajo, Rabu (19/7/2017).
Menurut Marius, meski baru pertama kali menjadi tuan rumah tapi acara penyambutan pebalap TdF di Manggarai Timur sangat baik dan meriah serta mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat setempat. Namun, sangat disayangkan karena pada malam gala dinner yang meriah tersebut, menjadi terganggu akibat terjadinya pemadaman listrik berulang kali.
“Malam gala dinner di Manggarai Timur itu, mereka menampilkan pentas seni yang sangat bagus dan memukau dengan tata panggung yang sangat keren. Sayangnya, listriknya itu yang tidak bagus, padam berkali-kali hingga mengganggu seluruh prosesi acara yang sesungguhnya sangat bermartabat itu,” ujar Marius.
Dia menegaskan, penanganan terhadap persoalan listrik merupakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) PLN dan bukan tupoksi pemerintah daerah (Pemda). Sehingga PLN harus menunjukkan profesionalitas dalam menjalankan tupoksinya tersebut, karena TdF merupakan event berskala internasional yang tentu mempertaruhkan citra bangsa Indonesia di mata dunia.
“Bagaimana pun caranya, PLN harus bisa menunjukkan tupoksi yang hebat dan profesional, sehingga apa pun kekurangan atau kondisinya harus siap memberikan pelayanan maksimal. Kalau alasannya karena kekurangan daya maka harusnya siapkan generator listrik, karena kita pertaruhkan citra bangsa, bukan citra masing- masing kabupaten di daratan Flores atau citra NTT,” tegasnya.
Baca juga : Program SMN Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air
Marius berpendapat, PLN sangat tidak siap menangani atau menjalankan kegiatan- kegiatan berskala besar di NTT. Karena itu, dia meminta kepada direktur utama PLN Pusat untuk memperhatikan kinerja ranting perusahaan di daerah, agar bekerja profesional sesuai tupoksi yang diemban.
Mantan Penjabat Bupati Manggarai ini mengungkapkan, event TdF adalah promosi totalitas ke-Indonesia-an, baik promosi sumberdaya manusia, seni budaya, pariwisata, keramah tamahan sosial, maupun promosi keamanan.
“Melalui event ini, kita memberikan pesan kepada dunia luar bahwa Indonesia itu aman. Aman untuk dikunjungi. Bahkan di daerah terpencil seperti ini aman, karena pebalap- pebalap dunia dengan gagah berani berlaga di daerah ini, melintas dari Larantuka sampai ke Labuan Bajo dengan aman. Ini adalah pesan penting,” tandasnya.
Dia menambhakan, selain menyampaikan pesan kepada dunia luar, juga ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Provinsi NTT juga turut mengambil bagian dalam networking global, sebagai bagian dari diplomasi politik bebas aktif dunia.

