Kodim 1605/Belu Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila, “Kita Indonesia, Kita Pancasila”
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kodim 1605/Belu menggelar upacara peringati Hari Lahir Pancasila tahun 2019 di lapangan Hitam Makodim Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Sabtu (1/6/2019).
Upacara peringati Hari Lahir Pancasila bertajuk, Kita Indonesia, Kita Pancasila dipimpin Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Ari Dwi Nugroho dihadiri Para Perwira Kodim dan peserta upacara 1 Regu Kelompok Perwira, 1 Regu Subdenpom Atambua, 2 SST Kodim 1605/Belu, 2 SST Yonif RK 744/SYB, 1 SST PNS Kodim 1605/Belu, 1 Regu FKPPI Belu dan pelajar SMA Taruna Mandiri.
Dandim Ari Nugroho saat membaca Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI mengatakan, Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik lndonesia.
Sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan “Tanah Air Indonesia”.
Dituturkan, Pancasila sebagai dasar negara, Ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para Pendiri Bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dan Tuhan YME buat bangsa Indonesia.
“Walaupun kita sebagian bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila. Kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat benahan hingga kini berkat Pancasila,” ujar dia.
Lanjut Dandim Ari Nugroho, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek Intropoiogis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus diiakukan dan diperjuangkan secara terus menerus Pancasila harus ditanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari
“Berkat pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia.
Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari keiahiran Pancasiia sebagai salah satu kebanggaan nasional (Naitonal Pride).
Dikatakan, Peringatan hari kelahiran Pancasiia 1 Juni bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan ”Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh panitia Persiapan Kemerdekaan indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.
“Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia,” ucap dia.
Keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan“ yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua
“Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang menimbulkan ketakutan.
“Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa dengan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarkat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia. Kita Pancasila,” akhir Dandim Ari Nugroho.

