Jumlah Kasus Kebakaran di Kota Kupang Menurun

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Jumlah kasus kebakaran di Kota Kupang menurun selama bulan Januari, Februari dan Maret 2019. Pasalnya, selama tiga bulan terkahir ini hanya ada 7 kasus kebakaran yang terjadi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Mesakh Bailaen kepada wartawan di Kupang, Senin (29/04/2019)

Menurutnya, kebanyakan kasus kebakaran yang terjadi diakibatkan karena arus listrik. Tercatat di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, selama Januari 2019, hanya ada dua kejadian, yaitu gardu listrik dan meteran listrik.

Sementara selama bulan Februari hanya terjadi empat kasus yang diakibakan karena gardu listrik yang koslet, kabel listrik, dan satu buah warung dan rumah tinggal. Sementara bulan Maret hanya terjadi satu kasus yaitu korslet kabel listrik.

“Total keurgian yang dialami hanya berjumlah Rp 170 Juta,” katanya.

Mesakh mengatakan, untuk armada, ada 5 mobil, yang baik dan bisa digunakan secara baik ada dua unit dan ditambah dengan mobil tangga, sementara untuk armada tangki air, ada 4 mobil yang berfungsi baik.

“Kami rencana akan mengusulkan 2 unit mobil pemadam kebakaran, satu mobil harganya Rp 1.5 miliar, dan satu harga Rp 2 miliar lebih, jadi, kami rencanakan akan usul anggaran sebesar Rp 4 miliar pada saat anggaran murni 2020 mendatang,” katanya.

Dia mengaku, memang saat ini kinerja tim pemadam kebakaran Kota Kupang sudah maksimal, dan memang jika ada kebakaran dalam waktu yang bersamaan dengan lokasi yang jauh seperti Naioni, tentunya akan kewalahan, karena jarak tempuh jauh dan fasilitas kendaraan yang terbatas.

“Karena itu untuk memaksimalkan kinerja kami, maka harus didukung dengan sarana prasaran yang memadai juga, agar mampu menghadapi segala tantangan. Masalah kebakaran ini memang tidak diinginkan semua orang, namun hal ini perlu diwaspadai,” katanya.

Dia kembali mengingatkan agar masyarakat jangan meninggalkan rumah tanpa memeriksa listrik, kompor dan lainnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, sekarang tengah memasuki musim angin, masyarakat diminta peduli dengan lingkungan, jangan membuang puntung rokok di semak-semak atau lahan kering.

“Karena kebanyakan kasus kebakaran lahan kering, itu diakibatkan karena puntung rokok yang dibuang, akibatnya angin akan membuat api itu menyebar dan akhirnya membakar semua lahan tersebut, karena itu kami meminta kerjasama semua masyarakat, agar jangan sampai merugikan pihak manapun,” terangnya.