Imigrasi Atambua Deportasi Empat TKA Asal Cina

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kantor Imigrasi Kelas II Atambua, Kabupaten Belu mendeportasi empat (4) warga Tenaga Kerja Asing asal Cina kembali ke Negara melalui Bandara A.A Bere Tallo Haliwen.

“Sudah tadi pagi 4 WNA kita deportasi,” ujar Kapala Kantor Imigrasi Atambua, Answar Anas saat dihubungi media, Jumat (22/2/2019) melalui telepon seluler.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi keempat WNA tersebut bermasalah dengan dokumen Keimigrasian serta dokumen IMTA dari Depnaker tidak terdaftar di Dinas Nakertrans Atambua.

“Paspornya RRC. Kalau yang dua itu ada Kitasnya betul. Sementara dua lainnya visa wisata,” ujar dia.

Jadi, jelas Answar dari sisi Keimigrasian dua bermasalah di Keimigrasian dan dua di Depnaker. Dari sisi Keimigrasian yang dua itu sudah memenuhi tapi dari ketenagakerjaan dia tidak terdaftar LPPKAnya di Belu.

“Empat WNA itu satunya ditangkap di lokasi kerja, sisa tiganya di Hotel Matahari selanjutnya diamankan. Visanya dua untuk kerja, dua untuk wisata,” sebut dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat warga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Negara China diamankan pihak Imigrasi Kelas II Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (20/2/2019).

Keempat warga asing itu diamankan di lokasi tempat mereka bekerja yakni PLTS depan PLTD Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat dalam inspeksi mendadak (Sidak) gabungan.

Kepala Imigrasi Kelas II Atambua, Answar Anas ketika dihubungi media melalui whatsapp, Rabu (20/2) mengatakan, empat TKA itu diamankan dalam Sidak oleh Tim Pora Belu, Kesbangpol Belu, Disnakertrans, Bin dan tim pengawas orang asing Bais.

Iinformasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, keempat TKA Asal China itu diamankan tim pengawas orang asing lantaran bekerja di salah satu perusahaan PT. Antapura Energy Indonesia (AEI) sebagai tenaga ahli pada PLTS yang ada di Kelurahan Umanen tanpa kantongi dokumen resmi.

Adapun keempat TKA itu satu diamankan di lokasi tempat bekerja, sementara sisa tiga orang lainnya diamankan saat hendak menuju ke lokasi kerja dari tempat penginapan. Keempat TKA asal China itu antara lain, HZ, ZD, HX dan DW.