12 Orang di NTT Meninggal Akibat Bencana

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sejak Desember 2018 hingga akhir Januari 2019, sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Tini Thadeus sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (28/1/2019).

Menurut Tini, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selama lebih dari sebulan ini telah memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di hampir semua daerah di wilayah NTT.

“Sejak Desember 2018 hingga Januari 2019, tercatat sudah 12 orang meninggal dunia akibat bencana. Korban yang meninggal akibat tanah longsor dan terseret banjir,” kata Tini.

Dia menjelaskan, bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, genangan air, pohon tumbang, jalanan licin, rumah roboh, tanah longsor dan puting beliung.

“Korban yang meninggal dunia akibat bencana alam itu, antara lain di Kabupaten Sikka, Timor Tengah Selatan, Manggarai Barat, dan Nagekeo,” ungkapnya.

Sedangkan di Kabupaten Manggarai, kata Tini, seorang warga setempat dikabarkan meninggal dunia akibat disambar petir.

Tini mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga karena cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu diperkirakan masih akan akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini dibutuhkan kewaspadaan masyarakat untuk tidak memaksakan diri tinggal di daerah yang rawan bencana. Apabila sudah ada tanda-tanda bencana maka sebaiknya segera mengungsi ke lokasi yang aman,” ucapnya.