Waktu Habis, Proyek Bangunan Kantor Kejari Belu Belum Rampung

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Realisasi pembangunan gedung baru Kantor Kejaksaan Negeri Belu meleset dari jadwal kontrak sehingga belum selesai pengerjaannya atau belum rampung.

Pasalnya, batas akhir kontrak bangunan lantai II itu pada tanggal 3 Maret 2022 lalu. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp6 miliar itu mengalami dua kali adendum.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Silvester Bere saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, Selasa (22/3/2022) menjelaskan, dalam kontrak harusnya selesai pada tanggal 3 Maret kemarin, sehingga rekanan mulai kena denda dari tanggal 4 sampai sekarang.

Terkait nilai, jelas Bere sesuai ketentuan rekanan membayar seperseribu dari nilai kontrak. “Jadi dibayar seperseribu perhari dari nilai kontrak yang kedua yaitu 1.668.628.000,” ujar dia.

Lanjut dia, pihakn Kejaksaan juga telah menegaskan kepada pihak kontraktor agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Kita sudah deadline agar selesai mungkin akhir bulan ini sudah selesai. Memang kalau diaturannya rekanan terlambat diberikan waktu 50 hari menyelesaikan,” tegas Bere.

Diutarakan bahwa, proyek yang menelan anggaran Rp6 miliaran ini sudah dilaksanakan sejak Juli dengan tahun tunggal 2021.

Namun karena adendum sebanyak 2 kali dan keterlambatan rekanan akibatkan proyek ini hingga kini belum juga selesai.

“Memang proyek kami ini awal mulanya itu tahun tunggal, kemudian kita sudah teken kontraknya terjadi refocusing, makanya ada adendum,” sebut dia.

“Adendum memang 2 kali, Adendum 1 karena refocusing, adendum ke 2 karena keterlambatan kerja,” tambah Bere.

Menurut dia, kontrak awalnya tahun tunggal tapi karena refocusing jadinya tahun jamak atau multiyears.
Sekarang ini tahun jamak kedua, anggaran kontrak tahun jamak pertama, 26 Juli sampai dengan selesai desember 2021 Rp6.612.790.000, kemudian ada refocusing sebesar Rp. 1.668.628.000, sehingga menjadi Rp. 4.944.162.000.

“Ditahun jamak kedua yang harusnya berakhir per 3 Maret itu dialokasikan lagi anggaran yang direfocusing Rp. 1.668.628.000, sehingga totalnya kembali Rp. 6.612.790.000,” ungkap Bere.