Dinkes Belu Kampanye Dan Imunisasi Measles Rubella

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste mencanangkan kampanye Measles Rubella (MR) tingkat Kabupaten tahun 2018 bertempat di SDK Fatubanao Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota, Rabu (1/8/2018).

Kegiatan imunisasi MR massal dihadiri Wakil Bupati Belu, Kepala BPJS Cabang Atambua, Ketua IDI Belu, Kasdim 1605/Belu, Pimpinan OPD Belu, Kasat Binmas Polres Belu, Dokter Satgas Yonif 743/PSY, Camat Kota, Lurah, Kepala Puskesmas, Para Guru dan murid serta undangan.

Wabup, J. T Ose Luan dalam sambutan menyampaikan, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella atau kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020.

Dituturkan, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan itu yakni dengan melaksanakan kampanye imunisasi massal dan introduksi imunisasi campak measles dan rubella. “Maksudnya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat,” ujar Ose.

Dalam rangka menyukseskan imunisasi massal dan introduksi imunisasi MR 2018, Dinas atau Lembaga terkait, beserta perangkat kerjanya, organisasi masyarakat sipil dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi massal ini.

“Sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi massal MR ini seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun di wilayah Belu kurang lebih berjumlah 67.190 anak,” sebut dia.

Dikatakan, kegiatan Imunisasi MR akan dilaksanakan dalam bulan Agustus diseluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD/MI/Sederajat, SDLB dan SMP/MTS/sederajat. Sementara di bulan September dilaksanakan di posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas, dan pos imunisasi lainnya.

Jelas mantan Sekda itu, Imunisasi MR ini diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya dan bersifat wajib. Imunisasi ini tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh seluruh Lintas Sektor.

Terkait hal itu ditegaskan, peran Tim Penggerak PKK di tiap tingkatan, tokoh Agama, tokoh masyarakat serta para kepala sekolah di tingkat PAUD sampai SMP sangat diharapkan dalam penyuluhan dan penggerakan sasaran agar masyarakat luas dapat menerima informasi terkait tentang tujuan, waktu, jadwal dan dapat menggerakkan kelompok sasaran imunisasi massal ini agar datang sesuai waktu pelayanan.

Diharapkan juga organisasi profesi seperti IDAI, IDI, IBI, PPNI dan lainnya agar mendukung kegiatan pelayanan imunisasi massal dan introduksi MR bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Oleh sebab itu, dukungan pihak swasta, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan untuk terlibat aktif membantu menyukseskan pelaksanaan imunisasi massal.

“Untuk seluruh lapisan masyarakat agar terlibat dalam kegiatan ini dengan membawa anak-anak usia 9 bulan hingga usia kurang dari 15 tahun ke fasilitas kesehatan untuk dapatkan imunisasinya sesuai waktu yang telah ditentukan,” ingat Ose.

Imunisasi MR akan menjadi bagian dari imunisasi rutin bagi anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan murid kelas 1 SD mulai bulan Agustus tahun 2018 di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Belu ini dan kampanye Imunisasi di Belu berjalan dengan lancar.

“Mari bersama kita sukseskan kampanye dan introduksi MR 2018 dan tidak ada anak yang terlewat untuk diimunisasi demi Kabupaten Belu yang sehat,” pungkas Ose.

Sementara Kadis Kesehatan Belu, Theresia Saik selaku panitia mengatakan, sesuai dengan rekomendasi sidang pada tahun 2012 bahwa pencapaian target eliminasi penyakit campak dan rubella dilaksanakan secara global juga regional sehingga Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella.

“Sasaran pada kampanye campak dan rubella adalah bayi balita anak sekolah termasuk anak-anak untuk sekolah yang berusia 9 bulan sampai dengan 15 tahun dengan jumlah sasaran di Belu sebanyak 67.190 orang,” ucap dia saat penyampaian laporan.