Suda Setahun Jembatan Ambruk Dalam Kota Atambua Tak Diperbaiki

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jembatan permanen yang terletak di lingkungan Ikunhat, Kalemil, RT 18/RW 04, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat nyaris ambruk.

Ambruknya jembatan yang terdapat di jantung Kota Atambua perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu terjadi setahun yang lalu saat musim hujan. Hujan deras menyebabkan luapan air sehingga merusak bahu jemabatan.

Kondisi tersebut mengakibatkan jembatan yang menjadi akses utama warga dalam Kota nyaris putus. Namun, disayangkankan sudah setahun kondisi jembatan itu tidak berubah, lantaran tidak ada perbaikan.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Kamis (19/7/2018) pagi, jembatan dengan panjang sekitar lima meter itu mengalami kerusakan berat, dimana bagian ujung bahu jembatan menurun dari arah perkampungan ke jalan utama.

Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, warga lingkungan di sekitar jembatan memasang kayu ditengah dan bagian pinggir jembatan yang kondisinya berlubang.

Hal itu untuk mengingatkan para pengguna jalan saat melintas bisa berhati-hati sehingga tidak terjadi kecelakaan. Kondisi jembatan itu hanya bisa dilewati kendaraan sepeda motor, sementara untuk kendaraan roda empat maupun roda besar tidak bisa.

Salah seorang warga yang enggan mau disebutkan namanya ketika ditemui media menuturkan, kondisi jembatan nyaris ambruk sudah setahun lebih saat musim hujan banjir maluap.

“Sudah satu tahun lebih jembatan ini rusak. Kita sudah laporkan tapi tidak ada perbaikan sampai sekarang,” ujar dia.

Akui dia, selama ini ada beberapa pihak dari Pemkab yakni Dinas PU yang datang melihat kondisi jembatan. Namun tidak ada realisasi sama sekali. “Banyak yang datang, tapi begitu-begitu sa, su musim panas belum ada tindak lanjut,” ujar dia dengan nada kesal.

Senada diungkapkan beberapa warga lainnya, jembatan ini merupakan akses bagi warga di pemukiman Kalemil maupun pemukiman tetangga. Tetapi, akibat ambruknya jembatan warga yang menggunakan kendaraan roda besar terpaksa harus memutar haluan.

“Jembatan ini dalam kota dan akses yang banyak dilalui warga, apalagi dalam Kota. Kalau bisa Pemerintah Daerah segera memperbaiki jembatannya,” pinta warga