Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Jaksa Lidik Tiga Desa Di Malaka

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana desa pada tiga Desa di Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Adapun penyelidikan sementara terhadap tiga Desa dimaksud antara lain, Desa Webriamata, Weulun dan Halibasar, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Demikian Kajari Belu, Rivo Ch Medellu melalui Kasi Pidsus, Danny Agusta Salmun di ruang kerja, Kamis (19/7/2018).

Menurut dia, penyelidikan berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Malaka yang diserahkan ke Kejaksaan. Dari hasil pemeriksaan itu ada dugaan kerugian negara terhadap tiga dana Desa.

“Anggaran tiga Desa bervariasi yakni anggaran tahun 2016 dan 2017,” ujar dia.

Dikatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di lapangan yang dilakukan tim teknis Dinas PU Malaka. Sebab ada beberapa kegiatan fisik yang kita periksa dan kita minta bantuan untuk periksa.

“Kita masih tungu hasil, kalau sudah ada hasilnya akan kita tindak lanjut,” kata Danny.

Ketika disinggung kasus Baudaok jelas dia, pihak Jaksa sudah selesai lakukan pemeriksaan terhadap tiga TSK kemarin, dan para TSK meminta Jaksa menunjuk Melkyanus Tacoy sebagai penasehat hukumnya.

Jelas dia berdasarkan hasil pemeriksaan TSK yakni bendahara menyebutkan beberapa pihak yang telah menerima anggaran tapi tidak ada pertanggungjawaban karena tidak lakukan kewajiban.

Oleh karena itu pekan depan kita akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang pihak yang disebut beberapa TSK dalam pemeriksaan kemarin. “Keterangan bendahara akan kita dalami dulu, karena tidak ada bukti termasuk bukti biaya. Kita akan periksa pekan depan,” ucap Danny.

Ditambahkan, selain itu pihak Jaksa juga telah menerina berkas tahap 1 dana Desa Manleten, Kecamatan Tastim. Sementara berkas masih diteliti penyidik Jaksa. “Penyerahan kemarin dari Polres, dan masih diteliti lanjut,” pungkas dia.