Sekda Belu : Banyak Lahan Tidur Yang Harus Diperangi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Masih terdapat banyak lahan tidur di wilayah perbatasan Belu. Oleh karena itu para petani harus memerangi lahan tidur yang belum diolah.

Demikian himbauan Sekda Belu, Petrus Bere dalam jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Belu, Selasa (3/7/2018).

Menurut dia, guna meningkatkan kesejahteraan dan demi terwujudnya mutu kehidupan warga, maka warga dan petani perlu memerangi lahan kosong yang masih tidur atau belum digarap.

Karena, jelas Bere rata-rata lahan yang diolah kurang lebih seluas 0,6 hektar per kepala keluarga (KK). Lahan diolah secara maksimal, karena pertanian merupakan salah satu sumber pendapatan ekonomi.

Dituturkan, sumber pertumbuhan ekonomi dominan didukung sektor pertanian yakni sebesar 22,95 persen. Disusul sektor jasa pendidikan sebesar 15,17 persen dan selanjutnya sektor perdagangan sebesar 13,79 persen. Pertanian dengan salah satu sektornya yakni peternakan juga belum dikembangkan secara maksimal.

“Di tahun 2017, jumlah populasi ternak sapi kurang lebih sebanyak 68.000 ekor. Itu artinya, jumlah sapi dibandingkan dengan jumlah KK di Kabupaten Belu sebanyak 48 ribu KK, maka rationya setiap KK memiliki hanya satu ekor sapi,” ujar dia.

Menurut Bere, kondisi seperti ini belumlah pantas jika kesejahteraan didiskusikan. Harusnya, setiap KK wajib memelihara 2 sampai 3 ekor sapi. “Itu baru bisa kita bicara sedikit tentang kesejahteraan, warga,” kata dia.

Meski demikian, Pemerintah senantiasa mendukung olah lahan tidur untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Tahun ini dukungan Pemerintah untuk olah lahan tidur dengan alokasi sejumlah anggaran, dan biaya bahan bakar serta traktor disiapkan Pemerintah.

Tambah Bere, selain itu juga akan dilakukan pendampingan oleh petugas penyuluh lapangan (PPL) dan mantri tani. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun. “Karena itu masyarakat harus menyiapkan tenaga supaya mengolah lahannya,” pinta dia.

Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belu tahun ini meningkat tahun ini. Di tahun ini meningkat menjadi 5,73 persen dari tahun sebelumnya yakni 5,35 persen.

Anton Soares, Anggota DPRD Kabupaten Belu asal Fraksi NasDem yang dihubungi terpisah menuturkan, Pemerintah harus fokus dengan program-program prioritas sesuai visi-misi kepemimpinan saat ini.

Soares menilai, saat ini Pemerintah Belu belum fokus melaksanakan program utama di antaranya air bersih dan beberapa program pertanian seperti budidaya jagung dan padi, serta pengembangan pariwisata.

Dituturkan, program prioritas yang belum berjalan maksimal di antaranya air bersih, budidaya Maek Bako, dan jagung. Sebab itu diminta agar fokus bekerja sehingga melahirkan gerakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Belu kedepan.

Lanjut dia, pelaksanaan program pembangunan terkesan menyisahkan egosektoral dan kondisi ini tidak boleh terjadi.
Seharusnya bersinergi untuk pelaksanaan program-program pembangunan di Belu.

“Ini membutuhkan perhatian instansi terkait. Jangan hanya Dinas Pertanian, tapi semua dinas atau instansi terkait perlu terlibat, sehingga ada gerakan bersama untuk membangun daerah lebih baik kedepan,” pinta Soares.