Exca Mini Masih Beroperasi di Proyek Mall Perizinan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTonlinenow.com – Sejak Jumat 24 Agustus lalu hingga Sabtu 1 September 2018 ekskavator mini bantuan Kementan RI untuk Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Belu masih berada di lokasi proyek Mall Pelayanan Publik.

Sesuai pantauan media, Sabtu (1/9/2018) siang exca mini bantuan untuk Dinas Pertanian itu masih beroperasi melakukan pengerukan sekaligus meratakan tanah di lokasi proyek Mall Perizinan yang merehab bekas gedung lama Kantor Daerah Belu yang menggunakan anggaran senilai Rp 3.493.295.000.

Seperti diketahui, ada dua unit eskavator mini bantuan Kementan untuk Pemkab Belu yang diserahkan pada tahun 2017 lalu. Kedua unit exca tersebut digunakan untuk pengolahan lahan pertanian serta lahan warga.

Namun kenyataan, berdasarkan info dari sumber menyebutkan
exca yang beroperasi di Desa Naekasa atas perintahkan Bupati Belu pindahkan ke lokasi proyek Mall yang dikerjakan PT. Sarana Timor Konstruksi sejak Jumat sore untuk menggali lubang guna menanam anakan pohon.

Sebelumnya PLT Dinas TPHP Kabupaten Belu, Arnol Bria Seo yang menuturkan ada dua Eskavator milik Dinas yang saat ini sedang berada di lokasi pengolahan perkebunan warga yakni satu unit di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur dan satunya di Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat.

Eskavator itu jelas dia dipergunakan untuk merapikan pematang sawah milik kelompok tani, saluran, dan beberapa pekerjaan yang kecil di lahan pertanian milik warga.
Namun saat diberitahukan keberadaan Eskavator tersebut, Arnol mengelak dan mengarahkan media untuk menghubungi Kepala seksi, sarana dan prasarana, yang lebih mengatahui soal masalah teknis.

Pengakuan Karlus Kiik bahwa dua Eskavator tersebut sampai saat ini berada di lokasi pertanian warga. Dirinya kaget ketika diberitahukan soal keberadaan salah satu exca berada lokasi proyek.

Menurut informasi yang dia dapat, exca tersebut dibawah ke lokasi proyek atas perintah dari Bupati Belu. Exca tersebut rencananya digunakan untuk menggali tanah guna penanaman pohon di depan lokasi Mall Perijinan itu.

“Saya sama sekali tidak mengetahui perintah pemakaian exca itu karena tidak masuk Kantor. Harusnya exca ini ada di lokasi lokasi perkebunan di Wekabu untuk mengerjakan lahan pertanian warga,” akui Kiik.

Sementara itu Bupati Belu, Willybrodus Lay menyikapi sorotan anggota DPRD Belu pada sidang dengan agenda KUA-PPS 2019 kemarin menjelaskan eskavator mini digunakan tapi tidak ada hubungannya dengan kontrak pelaksanaan proyek Mall Perijinan. Eskavator tersebut digunakan untuk menggali tanah guna menanam pohon di halaman depan Mall Perijinan.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Mall Perijinan, Ferry Luan Laka yang ditemui awak media pada, Selasa (28/8/2018) menuturkan bahwa semua urusan pengerjaan proyek tersebut dilimpahkan ke pihak ketiga. Tidak dibenarkan bila dalam pengerjaan proyek tersebut menggunakan alat Pemerintah.