PDIP Minta Pendukung Paket Marhaen Tidak Terpengaruh Hasil Quick Count

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pihak DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT menyatakan hasil quick count yang dirilis lembaga survei terkait hasil Pilgub NTT 2018 merupakan sebuah upaya penggiringan opini. Karena itu, tidak perlu terpengaruh dengan hasil quick count yang dirilis sejumlah lembaga survei.

Ketua Tim Pemenangan Paket Marhaen (Marianus Sae-Emelia Nomleni), Viktor Mado Watun sampaikan ini kepada wartawan di kantor DPD PDIP NTT, Rabu (27/6/2018) malam.

Menurut Viktor, sesuai data yang diterima DPD PDI Perjuangan NTT secara lisan dari seluruh kabupaten di daratan Flores justru dimenangkan Paket Marhaen.

“Justru data lisan yang kami terima, kami menang telak dari Lembata sampai Labuan Bajo. Yang kita himpun sekarang adalah real count,” kata Viktor.

Dia mengatakan, dalam real count yang dilakukan, seluruh DPC PDI Perjuangan segera mengumpulkan semua data modul C1-KWK, sebagai bagian dari pada hasil pasti yang nanti akan dilakukan oleh masing-masing KPUD di kabupaten/kota.

“Jadi quick count mereka boleh menang, tapi kami juga mengklaim bahwa kami menang. Karena tidak mungkin seorang Emi Nomleni tidak mendapat suara di daratan Timor. Tidak mungkin itu,” tegas Viktor.

Bekas Wakil Bupati Lembata itu meyakini masyarakat NTT cukup cerdas, untuk itu dia mengimbau agar tetap tenang mengikuti proses ini dan semua tahapan di tingkat PPK sampai di tingkat KPU.

“Nanti akan diumumkan secara resmi oleh KPU, karena lembaga yang mengatakan bahwa menang kalahnya paslon yang maju kali ini di Pilgub itu adalah lembaga KPU, bukan quick count,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya tetap mengejar rekapan hasil real count yang semuanya tertuang dalam modul C1-KWK yang malam ini diharapkan semuanya sudah terkumpul di seluruh DPC PDI Perjuangan se-NTT.

Viktor kembali menegaskan, jika berdasarkan hasil real count yang sekarang dihimpun PDI Perjuangan Provinsi NTT, maka pihaknya optimis menang.

“Pada beberapa kabupaten di daratan Timor, itu selisih sangat tipis sekitar satu koma sekian persen dengan paket nomor urut 4. Sehingga kalau data suara daratan Flores masuk, saya rasa angkanya pasti akan berubah. Tidak mungkin di Flores kita tidak mendapat suara,” paparnya.

Dia menambahkan, keyakinan kemenangan diraih pihaknya bukan tanpa alasan, karena sesuai informasi terbatas dari DPC PDI Perjuangan di daratan Flores justru posisinya unggul, tetapi masih terlebih dahulu diproses untuk pilkada kabupaten.

“Sehingga saya memastikan bahwa quick count adalah penggiringan opini,” tegas Viktor Mado Watun yang didampingi Cawagub Paket Marhaen, Emelia Nomleni.