Esthon-Chris Fokus Kesehatan, Pendidikan Dan Ekonomi Bagi Masyarakat NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi di Nusa Tenggara Timur khususnya di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste perlu ditunjang demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Calon Gubernur NTT Esthon L Foenay saat kampanye terbatas putaran akhir di Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu, Timor Barat, Kamis (26/4/2018).

Dikatakan, kualitas kesehatan warga perbatasan Belu perlu ditunjang dengan pelayanan Puskesmas yang maksimal. Pasangan Esthon Foenay dan Christian Rotok akan meningkatkan Puskesmas yang ada ke Puskesmas rawat inap.

Menurut dia, Puskesmas dengan layanan rawat inap akan dilengkapi dengan tenaga dokter dan medis lainnya serta sarana prasarana kesehatan lain yang memadai, sehingga pelayanan rawat inap bagi masyarakat bisa maksimal.

Konteks wilayah perbatasan dengan sejumlah masalah aksesibilitas wilayah maka peningkatan kualitas kesehatan perlu ditunjang dengan pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan dan perumahan layak huni.

“Infrastruktur jalan bertujuan untuk membuka isolasi wilayah, ekonomi dan sosial. Kaitan dengan itu Esthon-Chris akan memanfaatkan anggaran sebesar-besar untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Esthon.

Hal penting lain yang butuh perhatian yakni sektor pendidikan yang mana hampir di seluruh daerah di pelosok NTT masih banyak terdapat buta huruf dan guru tenaga kontrak. Hal ini harus diberantas demi kualitas dan mutu pendidikan.

“Ada juga guru yang nasibnya tidak jelas karena belum punya status ngajar juga belum terima honor karena bukan PNS. Kesejahteraan tenaga guru kontrak tetap dibiayai dengan APBD,” sebut mantan Wagub itu.

Untuk itu ke depan dijelaskan Esthon dan Chris tidak membuat janji, guru-guru honor termasuk pendamping yang ada di Desa dibiaya APBD NTT. Tetap dilanjutkan sebagai bagian dari sistem kesinambungan yang disusun dalam jangka panjang lima tahun. Sehingga dapat terakomodir dengan baik.

Lanjut Esthon, sektor lainnya ekonomi yang menjadi utama yakni pariwisata jadi lokomotif enokomi karena hasil pertanian bisa jadi kuliner lokal daerah NTT. Primadona industri kerajinan rakyat tenun ikat NTT hasil karyanya spektakuler dan mendunia.

Selain itu iklim pertanian di daerah NTT, masih banyak lahan tidur tapi belum dimaksimalkan secara matang. Prinsipnya hari ini harus lebih baik dari kemarin dan selanjutnya dalam mempercepat pelayanan baik secara kuantitaf maupun kualitas.

“Dengan problema yang ada kita kita merumuskan visi dan misi membangun NTT untuk mewujudkan kesejahteraan dan berdaya saing, tentunya kita pikir yanh paling gampang anak sekolah hidup sehat dan berdaya saing dengan ukuran lebih utama kemampuan aksesbilitas dari SDM masyarakat NTT,” ujar Esthon.

Masih menurut dia, sukses kepemimpinan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur dilihat sebagai sebuah perlombaan yakni sportivitas, kejujuran dan kasih.

“Kita baru melewati satu prosesi adat mohon restu dari leluhur untuk terus melanjutkan estafet. Karena itu jangan lupa pilih pasangan Esthon-Chris nomor satu pada tanggal 27 Juni mendatang,” ajak Esthon.

Sementara itu, Cawagub Christian Rotok dalam orasi politiknya mengungkapkan, dalam politik tidak boleh menggunakan isu-isu primordial untuk menodai nilai demokrasi yang ada. Demokrasi penting untuk menentukan pemimpin masa depan yang tepat untuk membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat Provinsi NTT.

Menurut Chris, politik identitas dengan menyebarkan isu-isu primordial tidak akan menghasilkan pemilu yang berkualitas. Demikian politik identitas tidak menghasilkan pemimpin yang tepat untuk melayani kepentingan seluruh masyarakat NTT.

Berdasarkan pantauan, pasangan Esthon-Chris diterima masyarakat secara adat. Selanjutnya melakukan prosesi adat meminta dukungan dari leluhur di rumah adat suku Bei Leto.

Turut hadir dalam rapat terbatas itu, Amggota DPR RI asal Fraksi Gerindra, Anggota DPR NTT asal Fraksi Gerindra, Ketua Partai Gerindra Belu, Ketua DPD PAN Belu serta sejumlah fungsionaris partai koalisi pemenangan Esthon-Chris.