Pengembangan RSU SK Lerik Terhambat
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K.Lerik Kota Kupang menjadi lebih besar sedikit terhambat karena masalah dana. Pasalnya dana pengembangan Rumah Sakit tersebut bersumber dari APBN dengan besaran Rp. 28,5 miliar dengan jangka waktu penggunaan pada satu tahun anggaran saja, padahal dana tersebut baru diluncurkan pada triwulan III tahun 2015 sehingga tidak bisa dioptimalkan semaksimalkan mungkin untuk pembangunan RSU S.K. Lerik.
“Realisasi fisik saat ini memang sudah lebih dari 40 persen, namun pembangunan dilakukan oleh kontraktor, dalam hal ini PT RIS Putra Delta, menggunakan uangnya sendiri, sambil menunggu dana tersebut diluncurkan kembali pada tahun ini. Dana pembangunan tersebut telah kami kembalikan ke pihak Kementerian Kesehatan, karena kami tidak mau mengambil resiko, karena berdampak hukum,” kata Direktur RSU. S.K. Lerik, Dr.Marsiana Halek kepada wartawan diruang kerjanya.
Ia mengatakan, pengembangan RSU, S.K Lerik memang tidak berjalan sesuai harapan, karena pembangunan gedung baru dengan konstruksi tiga lantai itu, dijadwalkan sesuai kalender kerja hanya 85 hari, sehingga sampai akhir tahun anggaran 2015 realisasi fisik hanya 20 persen. Dan dana tersebut dikembalikan ke Kementerian, dan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut terus melanjutkan pembangunan fisik rumah sakit menggunakan uangnya sendiri sambil menunggu peluncuran kembali dana tersebut pada tahun ini.
Halek Berharap, agar dana tersebut diluncurkan kembali, sehingga pembangunan gedung rumah sakit yang baru dengan konstruksi tiga lantai dapat berjalan kembali.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalda Taek, meminta pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini pihak RSUD, S.K. Lerik untuk segera berkoordinasi dengan pihak kementerian Kesehatan agar dana tersebut bisa diluncurkan kembali. Pasalnya, lanjutan pembangunan gedung rumah sakit saat ini menggunakan uang pribadi dari rekanan sehingga pemerintah perlu berupaya karena pihak rekanan sudah berusaha melaksanakan pekerjaannya.
Disinggung soal kesanggupan awal Kontraktor yang mau mengerjakan proyek tersebut hanya 85 hari, dan berani menandatangani kontrak kerja, Taek mengaku heran dengan kesanggupan dari PT RIS Putra Delta, yang mengerjakan bangunan rumah sakit yang cukup luas dengan konstruksi tiga lantai, namun karena PT RIS Delta Putra sudah punya niat baik terus melanjutkan pembangunan dengan menggunakan uang mereka, maka pemerintah juga perlu berupaya agar dan tersebut bisa diluncurkan kembali, sehingga mereka bisa dibayarkan sesuai progres pekerjaaan saat ini.
“Kalau saya tidak salah, progres pekerjaan saat ini sudah 40 persen, dan kalau dana diluncurkan kembali, mereka dibayarkan sesuai progres kerja mereka,” ujarnya.

