Jaga Toleransi, RPK Lakukan Training Bagi Sobat KBB
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mencegah kasus-kasus SARA terutama intoleransi antar umat beragama yang sering terjadi di Indonesia, Lembaga Rumah Perempuan Kupang akan melakukan kegiatan Training Dasar Gender untuk Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB).
Kegiatan ini, akan diselenggarakan selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 18 sampai 20 April 2018, bertempat di Hotel Olive Kupang.
Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe kepada wartawan di kantornya, Selasa (17/4/2018), mengatakan, kebebasan beragama dan keyakinan merupakan hak dasar setiap orang, dan negara memberikan jaminan bagi setiap penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agama atau kepercayaannya sesuai yang termuat dalam Undang-Undang HAM Nomor 39 tahun 1999.
Oleh karena itu, katanya dengan jaminan tersebut maka setiap orang dapat memeluk agama dan keyakinannya tanpa rasa takut, terancam, terintimidasi atau menerima perlakuan diskriminasi lain dalam hal beribadah kepada Tuhannya. Namun, lanjutnya jaminan tetsebut yang diberikan negara tersebut belum sepenuhnya dapat memenuhi hak setiap orang beribadah dan berkeyakinan dengan baik.
“Banyak sekali perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh negara dan juga komunitas kepada seseorang atau sekelompok orang yang dianggap beragama atau berkeyakinan tidak benar oleh mereka yang dimaksudkan tersebut baik dalam agama dan kepercayaan yang sama maupun berbeda. Dalam hal ini kita masih melihat ada kelompok yang dianggap mayoritas dan ada kelompok yang dianggap minoritas,” ungkapnya.
Selain itu juga, menurutnya perlakuan diskriminatif berbasis agama juga masih berdampak pada praktek-praktek yang memberikan kebenaran bagi ketimpangan relasi laki-laki dan perempuan dan diskriminatif berbasis gender. Sehingga bertolak dari hal-hal tersebut Lembaga Rumah Perempuan Kupang bekerjasama dengan AFSC mau meningkatkan pemahaman dan ketrampilan sobat KBB dalam melakukan analisa sosial berperspektif gender terkait masalah intoleranai berbasis agama.
“Kegiatan ini akan di ikuti sebanyak 30 orang perwakilan dari sobat KBB yang ada, dan narasumber dalam kegiatan tersebut yakni ibu Ferderika Taduhungu dan Ibu Balkis Soraya,” katanya.
Ia mengaku, sobat KBB adalah jaringan yang merupakan mitra Aliansi Dame Timor yang didalam tergabung Lembaga Rumah Perempuan Kupang dan Kommpak, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesedaran dan respon terkait persoalan kebebasan dan keyakinan di NTT.
“Soal hal ini kami sudah banyak melakukan berbagai upaya salah satunya dengan melakukan pelatihan dasar gender bagi Sobat KBB pada waktu sebelumnya dan selanjutnya kami alan lakukan kegiatab training ansos berperspektif gender selama tiga hari yang dimulai dari Rabu 18 sampai 20 April 2018,” tutupnya.

