RSUD. S.K. Lerik Jajaki Kerjasàma Dengan RS. Baromeus

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mengantisipasi masalah sampah medis, pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) S.K. Lerik Kota Kupang tengah menjajaki kerja sama dengan pihak Rumah sakit Baromeus Kupang untuk pengolahan sampah medis.

Demikian dikatakan Direktur RSUD SK.Lerik, dr. Marsiana Halek kepada wartawan di Balai Kota Kupang.

Halek mengatakan, setiap harinya sampah medis di RSUD. S.K. Lerik jumlahnya mencapai 50 kilogram, bahkan terkadang lebih, Sehingga pihaknya butuh kerjasama dengan pihak ketiga untuk memusnahkan sampah tersebut. Untuk itu pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pihak RS. Baromeus, sebab rumah sakit itu merupakan salah satu rumah sakit yang mempunyai alat pemusnah sampah medis (incenarator).

“Sampah medis berbeda dengan sampah non medis. Sampah medis butuh penanganan tersendiri untuk pemusnahannya, sehingga kami butuh pihak lain untuk penangananya. Saat ini pembicaraan kami menyangkut kerja sama sudah hampir rampung,” katanya.

Ia mengaku, sebenarnya pihak RSUD. S.K.Lerik juga mempunyai incenarator, hanya saja daya tampungnya kecil sehingga tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk menangani sampah medis yang dihasilkan rumah sakit kota.

Selain penanganan medis, lanjut Halek, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk penanganan sampah non medis. Dalam kerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan kebersihan, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp.5 juta setiap bulan untuk penanganan sampah non medis di RSUD, S.K. Lerik.