Akrab NTT Kutuk Aksi Kekerasan Atas Nama Agama

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kelompok massa yang menamakan diri Aksi Rakyat Bersatu Nusa Toleransi Tinggi (Akrab NTT) pada Selasa (08/11/2016) pagi menggelar aksi damai di Kantor DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.

Ratusan massa yang mendatangi rumah rakyat itu, didalamnya ada unsur Parade NTT, GMNI Cabang Kupang, Bara JP NTT, Lentera Hati Kupang, Hipmatim Kupang, Himper Kupang, Permahi Kupang, Iman Kupang, Hikmas Kupang, Parmaperu Kupang, Ikmar Kupang, Ama Pai Kupang, Bara Care Kupang dan F Prodem K NTT.

Dengan membawa sejumlah spanduk dan satu unit mobil pick up yang dilengkapi dengan sound system (tata suara- red), massa kemudian melakukan orasi di halaman depan Kantor DPRD NTT yang terletak di Jalan El Tari, Kupang.

“Akrab NTT dengan tegas menolak, negara tunduk kepada kekuatan-kekuatan atau kelompok- kelompok ekstrim fundamentalis, yang mengatasnamakan agama dalam urusan bernegara. Hendaknya isu SARA tidak dibawa-bawa, karena hal ini telah mengusik hati nurani kami sebagai rakyat Indonesia,” kata salah satu perwakilan massa dalam orasinya.

Usai berorasi, massa yang dipimpin oleh Marianus Lodwick Dea itu, kemudian mendaulat salah seorang anggotanya untuk membacakan pernyataan sikap dari Akrab NTT. Sebanyak tujuh butir sikap yang dibacakan itu yakni: Pertama, Mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan atas nama agama dalam bentuk apapun.

Kedua, Mengutuk penggunaan isu SARA untuk mencapai kepentingan politik dalam bentuk apapun dan menyerukan penghentian isu SARA dalam seluruh praktek kehidupan berbangsa sekarang juga.

Baca: UMP NTT 2017 Ditetapkan Sebesar Rp 1.525.000

Ketiga, Adili dan bubarkan organisasi-organisasi fundamentalis dan radikal yang berjubahkan agama. Organisasi-organisasi itu adalah kelas lumpen proletariat yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan rakyat. Membiarkan keberadaan mereka, justru telah menciptakan Negara Fasis.

Keempat, Adili dan bubarkan Front Pembela Islam (FPI). FPI bukan merupakan representatif Umat Islam. Dalam berbagai aktivitasnya, FPI justru melakukan berbagai tindakan kekerasan, menggunakan isu SARA untuk menghancurkan Persatuan Nasional. Dalam pandangan kami, Umat Islam sejati di seluruh belahan dunia Cinta Damai, memiliki toleransi yang tinggi, menghargai berbagai perbedaan dan anti kekerasan.

Kelima, Tangkap dan adili Ahmad Dhani, musisi kerdil dan dangkal yang tidak menghargai kebhinnekaan, yang melakukan penghinaan terhadap presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dalam aksi 4 November.

Keenam, Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat NTT secara khusus untuk tidak terpancing dengan berbagai isu SARA yang dihembuskan, termasuk dalam menyikapi situasi nasional dengan tetap menunjukkan jati diri rakyat NTT sebagi rakyat yang menghargai perbedaan, rakyat yang tetap bersatu dalam perbedaan. NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi.

Ketujuh, Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat NTT secara khusus untuk tetap menjaga persatuan Nasional, tetap memupuk semangat solidaritas dan persaudaraan, tetap memupuk semangat cinta kasih, tetap memupuk semangat solidaritas antarumat beragama. NTT adalah Kebhinnekaan, Kebhinnekaan adalah NTT.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo yang mewakili Lembaga Dewan saat menerima massa aksi mengatakan, DPRD NTT setuju dengan apa yang disampaikan sebagai sikap politik dari Akrab NTT. Sebagai negeri dimana Bung Karno merenung dan melahirkan Pancasila maka NTT punya komitmen sejarah untuk mengawal bangsa.

“Ini suatu pemikiran atau pernyataan sikap yang bagus sekali, yang menunjukkan komitmen lima juta rakyat NTT untuk tetap menjaga, mengawal Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Winston mengatakan, DPRD NTT akan menghimpun dan meneruskan pokok-pokok pikiran berharga dari komunitas masyarakat kecil kepada pimpinan negara dalam hal ini Presiden dan pemangku kepentingan terkait.

“Bahwa ini suara dari suara dari Flobamora, ini suara dari NTT untuk mengawal NKRI dan Pancasila dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya.

Usai diterima di DPRD NTT, massa kemudian melanjutkan aksi damai dengan berjalan kaki sambil berorasi menuju Mapolda NTT untuk bertemu dengan Kapolda NTT.