Distan NTT Optimis Produksi Pajale Dapat Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Pertanian (Distan) NTT optimis hasil produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) tahun ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan, termasuk kebutuhan pada hari- hari besar keagamaan.

Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (19/3/2018).

Anis mengatakan, optimisme akan peningkatan produksi padi dan jagung dilatari oleh kondisi curah hujan yang cukup baik dan adanya perluasan areal tanam. Apalagi, periode musim tanam Oktober 2017 sampai Maret 2018, sebagian lahan sedang dalam proses tanam. Setelah berakhir Maret, akan dilakukan evaluasi realisasi areal tanam pada periode tanam 2017/2018 itu.

“Prinsipnya kita kejar target perluasan areal tanam dan hasil produksi untuk mewujudkan ketahanan pangan,” kata Anis.

Mantan Penjabat Bupati Ngada ini menjelaskan, luas tanam periode Oktober 2017 sampai Maret 2018 lebih meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama pada Oktober 2016 sampai Maret 2017. Perbedaan ini sudah terlihat dalam kurun waktu tiga bulan pertama, yakni Oktober sampai Desember. Dimana, pada periode Oktober sampai Desember 2016, luas areal tanam untuk padi 106.415 hektar, sedangkan Oktober sampai Desember 2017 seluas 112.763 hektar atau meningkat seluas 6.000 hektar.

Sedangkan tanaman jagung, lanjut Anis, pada musim tanam Oktober sampai Desember 2016 seluas 258.141 hektar, sedangkan Oktober sampai Desember 2017 seluas 292.912 hektar. Atau terjadi peningkatan areal tanam sekitar 34.771 hektar.

“Untuk periode tanam Januari sampai Maret 2018, sedang dalam pemantauan dan kajian bersama Badan Pusat Statistik (BPS), mengingat di lapangan masih dilakukan penanaman,” ujar Anis.

Dia menyatakan, kerja sama dengan TNI dalam mewujudkan program upaya khusus (Upsus) swasembada pajale tetap dilanjutkan. Kerja sama dengan TNI yang dilakukan secara berjenjang itu, tetap melakukan tugas dan perannya dalam mendorong para petani memperluas areal tanam dan memperbaiki irigasi yang rusak.

“Tugas lain yang dilakukan TNI adalah melakukan pengawalan terkait penyerapan gabah petani bersama Bulog,” papar Anis.

Lebih lanjut dia menyampaikan, peningkatan luas tanam juga berasal dari kontribusi para penyuluh pertanian. Bahkan secara berjenjang, melakukan rapat dengan para penyuluh terkait capaian target yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan itu Anis menerangkan, beberapa hari lalu pihaknya mengikuti rapat tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertanian. Rapat itu membahas tentang percepatan pelaksanaan anggaran terutama pada musim tanam. Selain itu mendorong percepatan penyediaan barang dan jasa serta penyerapan anggaran terutama pasca penetapan DIPA pada akhir 2017 lalu.