Beredar Isu Saksi Yehova Dilarang Berpatisipasi Dalam Pilkada, Jules Abast: Itu Kabar Hoax

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menjelang digelarnya pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018 nanti, beredar isu-isu negatif yang meresahkan masyarakat. Di Kota Kupang, isu yang marak beredar menyebut pengikut ajaran Saksi Yehovah tidak diperkenankan mengikuti proses pemungutan suara. Bahkan ada selebaran-selebaran yang ditempel dibeberapa tempat di Kota Kupang dengan tulisan yang menyebut bahwa pengikut ajaran yehova tidak diperkenankan untuk terlibat dalam hajatan pesta demokarasi tersebut.

Terhadap isu tersebut, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol, Jules Abraham Abast, menyebut bahwa isu disebarkan merupakan kabar hoax yang tidak usah dipercaya masyarakat.

“Terus terang saya baru mendengar isu seperti itu, dari teman-teman (wartawan red), namun saya pastikan bahwa itu merupakan kabar hoaks,” kata Jules.

Menurutnya, Ajaran Saksi Yehovah sudah resmi, dan sudah diakui dan mempunyai hak yang sama sesuai Karena berdasarkan pasal 29 UUD 1945. Selain itu, ajaran saksi Yehovah terdaftar di Polhukam sebagai Organisasi keagamaan, dan Departemen, Agama. “hanya mungkin saja di NTT ditolak oleh GMIT,” katanya.

Ia mengaku, setiap menjelang moment pesta politik, Ada pihak-pihak yang mencoba mempekeruh suasana dengan menyebarkan berita bohong, dan politisasi Sara. Untuk itu ia sangat mengharapkan tidak saja menelan kabar-kabar hoaks yang beredar ditengah masyarakat.

Alangkah baiknya, ketika ada kabar dari sumber yang tidak bisa percaya, masyarakat selektif. Masyarakat harus menyaring terlebih dahulu informasi baru di share lewat media sosial. Kalau dishare info politisasi sara dan ujaran kebencian maka bisa dipastikan akan kacau balau.

Ia mengaku, dengan banyak kabar bohong lewat media sosial, pihak Polda telah mendeklarasikan anti hoaks di sekolah, ditempat umum dengan melibatkan, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum, saya juga belum dapat informasi dari intelejen soal selebaran.