Tak Diusul Dinas P dan K, Nama Tenaga Kontrak Muncul di SK 2018, Ada Apa?

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain 12 tenaga kontrak (teko) pada Dinas Kesehatan Belu yang tidak terakomodir dalam SK Kontrak Bupati Belu 2018, satu teko pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu mengalami hal serupa.

Namun, yang dialami James Jonson Awola yang telah mengabdi sebagai selama delapan sebagai teko (sopir) pada Dinas tersebut menuai masalah dan pertanyaan bagi dirinya.

Pasalnya, dalam chek list daftar nama teko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu mengusulkan sepuluh orang untuk. Salah satunya teko atas nama James Jonson Awola.

Namun dalam SK Kontrak Belu yang baru tahun 2018 nama James tidak muncul, justru nama teko baru Carles Hendrikus Loe Atok yang muncul.

Demikian keterangan yang diutarakan James saat diterima Wakil Ketua II DPRD Belu, Junior Manek bersama anggota Dewan Fransisko Soares di ruang kerja bersama 4 teko dari Puskesmas Wedomu dan Laktutus ketika menyampaikan pengaduan, Senin (5/3/2018).

Menurut James, rasa ketidakpuasan itu membuat dirinya mendatangi Gedung DPRD Belu untuk menyampaikan pengaduan terkait masalah itu guna mendapatkan keadilan.

“Nama saya tidak keluar di SK kontrak 2018. Usulan dari Dinas 10 orang termasuk saya, tapi nama yang muncul orang lain baru kerja 2 bulan. Saya sudah kerja delapan tahun,” tutur dia kepada media usai bertemu Dewan.

Akui James, dirinya teko sebagai sopir pada Sekretaris dan selama ini tidak pernah putus setiap tahun. Tapi tiba-tiba nama saya yang nyata diusul dalam daftar teko Dinas tidak ada dalam SK tahun 2018.

“Dari Dinas nama Charles Atok tidak ada dalam usulan Dinas tapi tiba-tiba namanya keluar di SK baru, justru nama saya yamg tidak ada,” terang James.

Oleh karena itu, James meminta keadilan dari Pemerintah dan berharap melihat kembali keputusan yang telah terbit. “Saya sudah mengabdi lama delapan tahun. Selama ini saya kerja dengan Sekretaris, karena itu saya minta keadilan,” pinta dia.

Terkait itu, Dewan rencanakan besok akan keluarkan undangan untuk melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan mitra kerja guna menindaklanjuti
dasar dari pengaduan para teko yang nama mereka tidak terakomodir dalam SK kontrak baru 2018.

Kesempatan itu, anggota DPRD Rudi Bouk menyampaikan, yang kita ketahui bahwa perekrutan teko baru tidak ada karena tidak ada penganggaran. Artinya yang dianggarkan tahun ini untuk volume tahun lalu.

“Kita sangat sesalkan, sudah ada tenaga relawan sekian tahun tapi toh tiba-tiba dalam SK baru yang muncul justru orang lain, yang selama ini tidak mengabdi,” tambah Rudi.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas teknis belum dikonfirmasi terkait dengan pengaduan masalah nama teko yang diusulkan tidak muncul tapi diganti nama teko lain di SK kontrak 2018.