DPRD Minta Dinkes Buat Laboratorium Mobile

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk membuat laboratorium mobile.

Menurut Ewalde, dengan adanya beberapa kasus rumah makan yang ternyata ditemukan konsumen ada belatung di dalam makanan, tentunya ini harus menjadi perhatian serius pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Pasalnya, kasus rumah makan yang menyajikan makanan yang tidak sehat dan tidak layak ini sudah terulang beberapa kali, dan pemerintah dituntut hadir dan menyelesaikan masalah ini, agar memberikan jaminan keamanan dan kebersihan makanan bagi setiap konsumen.

“Seperti yang diketahui bahwa menjamurnya usaha kuliner di Kota Kupang ini cukup tinggi, sehingga pemerintah perlu meningkatkan pengawasan, salah satu yang saya sarankan adalah adanya laboratorium mobile, karena setiap rumah makan yang ada di Kota Kupang, pengawasannya langsung oleh Puskesmas terkait,” ungkapnya.

Dia meminta kepada Dinas Kesehatan agar mengalokasikan anggaran untuk pengadaan dua unit mobil leboratorium mobile, satu bisa stay di laboratorium dan satunya bisa dipakai setiap puskesmas yang memiliki jadwal turun ke lapangan untuk mengawasi setiap rumah makan.

“Memang dari sisi biaya membutuhkan anggaran yang besar, tetapi ini akan sangat memudahkan, dan salah satu solusi,” ujarnya.

Ewalde mengaku, tahun ini Kota Kupang menjadi tuan rumah dua event besar, yaitu Pesparani tingkat Provinsi dan Pesparani tingkat Nasional, sehingga jangan sampai kasus ini terjadi kepada warga luar yang datang ke Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati, menjelaskan, solusi yang ditawarkan DPRD Kota Kupang ini sangat baik, tentu akan disambut baik oleh pemerintah.

Namun ini tidak serta-merta dapat dilakukan, karena harus menunggu anggaran murni 2021 untuk bisa dianggarkan, karena ini merupakan anggaran yang cukup besar, dengan semua biaya operasionalnya.

“Tentu kita sambut baik semua solusi dan saran yang diberikan, tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, saat ini kita sudah ada laboratorium kota, ini yang dimaksimalkan, sambil menunggu adanya anggaran untuk realisasi laboratorium mobile ini,” terangnya. (ntt-ym)