Jaksa Mulai Sidik Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Baudaok

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Setelah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta memeriksa aparat Desa Baudaok, Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu mulai melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dana Desa Baudaok.

Ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (2/3/2018) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Rivo Ch Medellu mengungkapkan, kasus dugaan dana korupsi Dana Desa Baudaok memasuki tahap penyidikan.

“Penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan status masalah. Apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak. Kalau ada, tahapannya ditingkatkan ke penyidikan,” jelas dia.

Dituturkan bahwa, dalam tahap penyidikan, penyidik pasti akan menentukan tersangka dalam kasus dimaksud. “Penyidikan itu tujuannya mencari tersangka dalam suatu kasus,” ujar Rivo.

Kajari Rivo kembali menegaskan, kasus dugaan korupsi dana Desa Baudaok Kecamatan Lasiolat, akan ditingkatkan ke penyidikan. Beberapa bahan telah dikumpulkan berdasarkan pulbaket da penyelidikan sudah rampung beberapa waktu.

Diberitakan sebelumnya, warga Baudaok Kornelis Besin dan Leonardus Bele melaporkan Kades Baudaok Robertus Ulu ke Kantor Kejari Belu pada 12 Januari lalu. Kades dilapor atas dugaan penyalagunaan dana Desa Baudaok Tahun Anggaran 2015 dan 2017.

Adapun kasus lain yang dilaporkan yakni, terkait pembangunan gedung PAUD tahun anggaran 2016 senilai Rp120 juta lebih yang tidak tuntas serta beberapa fasilitas lainnya yang sampai saat ini tidak terealisasi.

Tidak hanya itu juga pengadaan sapi sebanyak 18 ekor dengan total dana Rp 99 juta tahun anggaran 2016 sampai awal tahun 2018 ini belum terealisasi. Selain itu dana desa tahap I tahun anggaran 2017 berupa pengadaan tenun ikat kegiatan PKK, pelatihan kelompok tani pelatihan managemen aplikasi, penghijauan lingkungan hidup fasilitas olahraga tidak terlaksana.