BKP Mota’ain Perketat Pengawasan di Pintu Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang wilayah kerja Mota’ain tingkatkan pengawasan di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat.

Perketat pengawasan dimaksud guna mencegah maraknya barang prodak berbagai jenis makanan tanpa izin edar dari wilayah Timor Leste yang masuk ke Belu, Indonesia melalui pintu batas Mota’ain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Demikian Kepala BKP Mota’ain, Samuel Radja di sela-sela pemusnahan sejumlah prodak makanan di PLBN Mota’ain, Selasa (27/2/2018).

Menurut dia, dengan adanya kegiatan pemusnahan sosis dan jenis prodak makanan lainnya hasil penindakan, kedepan akan ditingkatkan pengawasan di pintu lintas batas negara.

“Kami tidak main-main lagi, regulasi tetap kita tegakan aturan di wilayah perbatasan,” tegas Radja.

Terkait itu, pihaknya tidak sendirian tapi akan meminta dukungan dari BNPP serta lintas sektor lainnya yang bertugas di wilayah pintu batas Mota’ain dan Timor Leste.

“Untuk tutup akses lalulintas ojek dari Mota’ain ke Batugade kita akan lebih ketat. Kita juga sudah MoU Kementerian Pertanian termasuk didalam Karantina dengan TNI, dan saya sudah sampaikan ke Dansektor untuk perketat di pintu batas negara,” urai dia.

Kesempatan itu, Kepala BNPP Mota’ain, Yolan Hutagalung menyampaikan, pemusnahan barang tahanan prodak jenis makanan illegal hasil penindakan Karantina Pertanian telah sesuai regulasi. Ini merupakan hal positif dalam mencegah masuknya prodak tanpa izin edar asal luar negeri.

“Ada beberapa jenis barang tahanan illegal seperti sosis dan jenis prodak makanan lainnya. Kita akan lekaukan pemusnhan barang sesuai aturan perundangan yang berlaku,” ujar dia.

Lanjut Hutagalung, untuk ke depan hal-hal seperti ini perlu dilaksanakan, berjalan sesuai aturan yang berlaku dan berkesinambungan. “Kita harapakan ini yang terakhir dan tidak ada lagi pemusnahan barang illegal biar kita fokus,” pungkas dia.