Tingkat Ekonomi Konsumen NTT Meningkat
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tingkat optimisme konsumen pada triwulan IV-2017 meningkat atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III-2017 yang lalu.
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebut, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) NTT pada triwulan IV-2017 sebesar 122,25. Indeks Tendensi Konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK).
“ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang. Ini artinya kondisi ekonomi konsumen di NTT meningkat dibanding triwulan sebelumnya,” kata Maritje kepada wartawan di Kupang, Senin (5/2/2018).
Menurut Maritje, kondisi ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 124,81), rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 122,72) dan kenaikan volume konsumsi (nilai indeks sebesar 115,57).
“Seluruh provinsi di Indonesia mengalami perbaikan kondisi ekonomi konsumen kecuali Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki nilai ITK terendah (nilai indeks 97,91). Sedangkan provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah NTT (nilai indeks 122,25),” katanya.
Dia menyampaikan, nilai ITK NTT pada triwulan I-2018 diperkirakan sebesar 85,69, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun. Sedangkan tingkat optimisme konsumen diperkirakan menurun dibandingkan triwulan IV-2017 (nilai ITK sebesar 122,25).
Pada kesempatan itu, Maritje juga menyebutkan sejumlah catatan peristiwa di triwulan IV- 2017 yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, diantaranya perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru mendorong pertumbuhan ekonomi pada beberapa kategori lapangan usaha.
Selain itu, persiapan Pilkada serentak 2018 mendorong peningkatan konsumsi lembaga non-profit (LNPRT). Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang telah rampung dikerjakan dan diresmikan dengan nilai proyek sebesar Rp 646 Miliar.
“Telah rampungnya proyek jembatan Petuk pada bulan Oktober 2017. Jembatan yang memiliki panjang 320 meter ini menelan angaran Rp 235,5 miliar. Dan beberapa proyek strategis yang sedang dikerjakan yakni Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napungete di Kabupaten Sikka,” sebutnya.
Maritje menambahkan, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Petikemas Tenau Kupang hingga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 mengalami peningkatan sekitar delapan persen dari kondisi normal.
“Arus penumpang yang melewati Pelabuhan Bolok Kupang juga mengalami peningkatan hingga lima persen menjelang Natal dan Tahun Baru 2018,” pungkasnya.

