Rumah dan Fasilitas Umum di Lakmaknen Selatan Belu Porak Poranda Diterjang Puting Beliung

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wilayah Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste terkena dampak bencana angin puting beliung belum lama ini.

Akibatnya sebanyak sembilan unit rumah milik warga di Kecamatan yang berbatasan langsung dengan distric Bobonaro negara RDTL itu rusak parah setelah diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Senin 29 Januari lalu.

Demikian disampaikan Camat Laksel Yustinus L. Bau kepada NTTOnlinenow.com, Senin (5/2/2018).

Dia menuturkan bahwa, dari pendataan yang dilakukan rumah warga yang rusak parah akibat diterjang angin puting beliung terdapat di empat Desa diantaranya, Desa Loonuna 4 unit, Nualain 1 unit, Sisi Fatuberal 1 unit dan Desa Debululik 3 unit.

Lanjut Yustinus, selain rumah warga yang rusak, angin juga merusak fasilitas umum yaitu Kapela Piebulak & Kantor Camat lama yang seharian digunakan untuk pelayan E-Ktp. Namun pihaknya sudah evakuasi perangkat E-Ktp ke Kantor Camat yang baru.

“Laporan kejadiannya sudah kita sampaikan ke BPBD Kabupaten Belu.
Tidak ada korban jiwa, namun korban material sekitar ratusan juta,” sebut dia.

Selain itu, lanjut Yustinus angin puting beliung merusak tanaman jagung yang terjadi sejak 29 Januari sampai 1 Februari lalu. Luas lahan yang terkena bencana 595,2 ha dari luas tanam keseluruhan 1778 ha atau sekitar 33.47%.

“Semua itu tersebar di 8 Desa. Sementara sedang dilakukan pendataan untuk disampaikan ke Dinas Pertanian dan Hortikultural Belu agar dapat diganti tanaman jagung dengankomoditi lain seperti kacang hijau agar dapat meminimalisir rawan pangan,” jelas dia.