Penguatan Pemuda Lintas Agama, Perkokoh Kerukunan dan Toleransi Agama

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cis Timor didukung America Service Committee (AFSC), menggelar seminar sehari bersama FKUB yang berlangsung di Hotel Nusantara II, Kamis (25/8/2016).

Tema kegiatan, penguatan pemuda dan jaringan lintas keberagaman dalam kebebasan beragama dan berkeyakinan untuk menjaga toleransi umat di Kabupaten Belu.

Seminar sehari tersebut diikuti 40 orang peserta dari pemuda lintas Agama diantaranya, Kompas (Komunitas Peace Maker Perbatasan), Kompak (Komunitas Peace Maker Kupang), Komunitas muda agama Rai Belu, Pemuda gereja Protestan, OMK Paroki Katedral, FKDM dan FPK.

Adapun nara sumber, Kabid Kesatuan Bangsa (Kesbangpol Belu) Servasius Boko Mau membawa materi kebijakan pemerintah tentang pembinaan kerukunan hidup umat beragama, Sekretaris FKUB Belu Romo Paulus Nahak,Pr membawa materi Peranan dan Strategi FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama dan Kontras Ace Hendro Saputra dengan materi peran dan fungsi FKUB dalam memfasilitasi toleransi umat beragama dan sharing pengelaman di Aceh.

Wakil Koordinator Cis Timor Atambua, Anato Moreira kepada media ini usai kegiatan mengatakan, kegiatan seminar ini merupakan rentetan dari kegiatan Kompas Belu sejak tahun 2012 sampai sekarang. Tujuan kegiatan  agar para pemuda lintas agama di wilayah Belu bisa mengetahui peran dan fungi FKUB.

“Sehingga besok-besok terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan kita bisa tahu arahnya kemana,” ujar dia.

Kedepan, jelas Moreira kegiatan seminar penguatan pemuda lintas agama harus dilakukan sampai ke basis-basis kelompok pemuda. Hal tersebut penting untuk tanamkan rasa toleransi dan kerukunan antar umat beragama sehingga hidup berdamai.

“Harus ditanamkan rasa cinta, saling memiliki. Walaupun berbeda, tapi pandanglah perbedaan itu sebagai persahabatan bukan musuh,” tandas dia.