Letkol Elvino : Ibu Kami Rakyat, Kami Besar dan Kuat Karena Rakyat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Derai air mata mewarnai acara pisah sambut Satgas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 712/Wiratama yang berlangsung di Mako Satgas, Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Rabu (17/1/2018).

Tampak mantan Dansatgas Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan sesekali meneteskan air mata saat menyampaikan pesan dan kesan selama sembilan bulan bertugas melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste di wilayah Belu.

“Walaupun kami bukan asli orang Belu, tetapi Belu ini membuat, berat rasanya menyampaikan,” ujar Elvino seraya tangannya mengusap air mata.

“Jujur pagi tadi saya belum berkemas-kemas untuk meninggalkan Belu, akhirnya ajudan saya dek-dekan untuk berkemas perlengkapan yang saya miliki,” kisah dia.

Dikatakan, hal itu merupakan bukti kecintaan warga kepada satuan selama bertugas. Banyak suka dan dukanya yang ada di perbatasan Belu, semua masyarakat Belu dengan budaya yang sangat akrab, baik. Itu kenangan yang tidak bisa dilupakan. Terbukti dengan mantan Kapolres Belu yang mau hadir, padahal jabatan baru sudah diemban di Polda NTT.

“Saya rasa bukan suatu kebetulan atau memang lupa dengan Belu. Belu adalah Sabahat dan inilah Belu yang tidak bisa kita lupakan dimana saja berada, disini kita mencicipi mata air Belu dibawah Lakaan,” ujar Elvino.

Jelas dia, satuannya di Belu cuman melaksanakan tugas mengamankan perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste. Dari awal niat kami adalah selain laksanakan tugas itu yang kami laksanakan tetapi bagaimana membangun tali silaturahmi persahabatan persaudaraan kekeluargaan di Belu.

Baca juga : Purna Tugas, Letkol Elvino Dinobatkan Bupati Lay Sebagai Ama Nai Rai Belu

Kami menyadari bahwa perbatasan ini mempunyai sejarah yang cukup tidak menyenangkan. Tapi bagaimana saya datang bersama prajurit kesini menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan kondusif. Sehingga sejarah konflik yang dulu pernah dirasakan itu adalah masa lalu.

“Kita harus bisa menghilangkan masa lalu yang silam yang tidak enak untuk berkembang bertumbuh untuk jadikan Belu yang lebih baik, dikenal oleh orang-orang di luar daerah. Sesuai motto kami tidak hanya senyap dan tepat, tetapi kita siap melayani dengan hati,” kata dia.

Selama tugas, pihaknya tidak hanya bangun sinergitas dengan TNI atau Polri saja tapi semua elemen instansi lain untuk bekerja, dari agama gereja dan semuanya kita berusaha untuk bersinergi. Sebab dengan semua instansi sinergi maka Belu akan kuat, bersatu untuk mempertahankan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, bukan orang lain tapi kita semua terutama masyarakat Belu.

“Sembilan bulan bertugas, warga serahkan 182 pucuk senpi dan 11 ton BBM serta miras. Niat kami tulis dan ikhlas selama bertugas. Ibu kami adalah rakyat kami besar dan kuat karena rakyat. Saya sudah sampaikan pada prajurit tidak ada yang manyakiti rakyat Belu selama bertugas,” ungkap dia.

Letkol Elvino tambahkan, atas nama mantan Dansatgas serta seluruh prajurit Yonif 712/WT menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga perbatasan Belu, apabila selama melaksanakan tugas telah menyakiti hati warga.

Disaksikan media, dalam acara itu dilakukan penandatangan memorandum dan penyerahan bendera oleh pejabat lama Dansatgas Yonif Raider 712/WT kepada pejabat baru Dansatgas Yonif 743/PSY Mayor Inf I Putu Tangkas Wiratawan. Hadir pada acara itu Bupati Belu, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan OPD, Mantan Kapolres Belu, Tokoh Agama serta undangan lainnya.