Gejolak Partai Hanura Tak Pengaruhi Proses Pilkada 10 daerah di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gejolak Partai Hanura di level pimpinan pusat merebak. Partai pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) itu dikabarkan terterpa prahara. Sejumlah pengurusnya dikabarkan melakukan pemecatan terhadap Ketua Umumnya. Namun demikian konflik partai yang didirikan Wiranto itu sama sekali tidak mengganggu proses politik daerah di ajang pemilihan kepala daerah termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Gejolak yang sedang dialami Partai Hanura ini sama sekali tak mengganggu proses politik pemilihan gubernur dan wskil gubernur di NTT termasuk juga pilkada di 10 kabupaten di provinsi itu,” kata seorang Pengurus DPP Partai Hanura Tarsisius Lukas Salelemba yang dihubungi dari Kupang Senin, (15/1/2018).

Menurut dia proses politik para kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur dan bupati serta wakil bupati di tahapan pendaftaran sudah berjalan dan berakhir pada pemeriksaan kesehatan, uji psikologi dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Di tahapan itu Partai Hanura masih pada kondisi solid. Konsolidasi dan komunikasi di lintasan partai dalam konteks tahapan itu masih berjalan baik. Dan oleh karenanya sama sekali tak mengganggu proses ini.

Hal itu karena menurut alumnus Seminari San Dominggo Hokeng, Larantuka Flores Timur NTT itu, kondisi saat ini tak bisa berlaku surut. “Karena tidak berlaku surut itulah maka kondisi kekisruhan saat ini tak terpengaruhi,” katanya.

Menurut Tatis demikian sapaannya, gejolak yang dialami Partai Hanura merupakan hal lumrah di dunia politik. Apalagi menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 mendatang. “Namanya juga politik. Menjelang pileg dan pilpres kalo bergejok itu hal yang biasa,” katanya.

Dia mengatakan, yang terjadi saat ini tidak ada kaitan dengan pelanggaran prinsip yang diatur dalam AD dan ART partai. Terhadap konsolidasi di internal partai hingga ke basis pemilih, Tatis mengaku akan ada pengaruhnya. Apalagi setiap kader partai memiliki basis pemilih. “Apalagi jelang pemilu legislatif nanti. Namun begitu sebagai kader ksmi mengharapkan yang terbaik untuk kemajuan partai,” kata Tatis.

Dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikutkan 10 derah termasuk pemilihan gubernur.

Sebanyak 10 daerah yang mengikuti pilkada di provinsi berbasis kepulauan itu masing-masing Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sumba Barat Daya (SBD) dan Sumba Tengah. Selain itu di Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka dan Kabupaten Alor.

Untuk pemilihan gubernur, Partai Hanura mengusung pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Naisoi bersama koalisi Partai NasDem dan Golkar.

Partai Hanura dikabarkan tengah bergejolak. Sejumlah pengurusnya disebut-sebut melakukan pemecatan terhadap Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Hal tersebut diketahui melalui surat yang tersebar yang menyatakan adanya mosi tidak percaya dari jajaran pengurus Hanura terhadap kepemimpinan OSO.

“Benar (ada surat itu),” jelas Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana saat dikonfirmasi, Senin (15/1/2018). Dadang juga membenarkan bahwa dalam surat tersebut juga memecat OSO. “Iya betul (OSO dipecat),” ucap Dadang.