Konser Natal dan Akhir Tahun Kolaborasi SALT-BMC di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sanggar Belajar Alternatif (Salt) dan Belu Music Community (BMC) menggelar konser Natal dan akhir Tahun 2017, Sabtu malam (30/12).

Konser murid Salt dan BMC yang berlangsung di aula Gedung Betelalenok merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Natal 25 Desember lalu dan suasana akhir Tahun di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Pantauan NTTOnlinenow.com, kurang lebih dua ratus warga Atambua memadati gedung wanita Pemkab Belu itu. Sesi I pembukaan konser diawali dengan kolaborasi Salt dan BMC yang memainkan irama musik Silent Night disusul O Holy Night Rudolph, The Red Nosed Reindeer, Greensleves, Wiegenlied, medley.

Lanjut lagu silent night, o holy night, joy to the world, ode to joy, time to say goddbye dinyanyikan group vocalis Elpi Lau, Kerry Manek, Junita Tnano dan Child Choir.

Penampilan sesi II musikalisasi puisi yakni elegi gadis bulan ave Maria Bach-gounod, canon in D Minuet bach Medley : Battle hymn of republic dan Do Re Mi, Gitar Klasik- lRomance d’ Amor Time to say Goodbye.

Penampilan para murid dengan berbagai jenis musik yang dimainkan yakni, permainan piano, harpa, biola gitar dan beberapa jenis musik lainnya kolaborasi dengan BMC mendapat apresiasi dan pujian dari para penonton.
Konser sederhana, membawa nyata, anak-anak Salt tampil baik dalam permainan musiknya.

Baca juga : Konser Natal Jalanan Kelompok SALT dan BMC Bergema di Kota Perbatasan Atambua

Anggota Dewan Salt, Romo Patrisius Sixtus Bere, Pr kepada media usai konser menuturkan, tujuan komser dilakukan untuk memeriahkan Natal dan suasana akhir tahun. Selain itu juga memperkenalkan musik klasik kepada warga masyarakat kota Atambua dan sekitarnya.

Dijelaskan bahwa, peserta konser adalah SALT sanggar belajar alternatif, BMC belu music community serta Theater Price dari SMU Suria Atambua. Sementara itu pengarah musik Viktorius Manek dan Elisabeth Asa.

Konser Natal dan akhir Tahun tanpa karcis atau free bagi warga yang ingin menonton. Pengalaman perdana konser musik klasik yang serius free karcis dengan sasaran penonton orang tua, anak remaja, dewasa, para pemusik serta para penyuka musik umumnya.

Konser malam ini juga untuk menjawab visi kami menjadi garam dan terang dunia. Untuk mencapai misi Salt, menciptakan manusia yang kreatif dan mandiri. Selain itu membangun manusia yang berilmu, beriman dan mencetak wirausahawan yang berkarakter.

“Kita harapkan, musik klasik dikenal luas masyarakat, lebih banyak yang terlibat dalam konser dan apresiasi makin meningkat terhadap musik klasik khususnya di perbatasan Belu,” kata Romo Sixtus.