Misa Natal Penderita Kusta, Uskup Himbau Umat Tetap Kuat dan Bertahan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Pada Natal ke-2 Selasa (26/12/2017), bertempat di gereja St.Theresia Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung misa Natal khusus bagi seratus lebih penderita kusta, lepra dan jompo.

Misa yang berlangsung sejak pukul 16.30 wita dan berakhir pada 18.00 wita dipimpin langsung Yang Mulia Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr didampingi enam rohaniwan asal Paroki St.Theresia Kefamenanu.

Uskup Dominikus, dalam khotbahnya menegaskan umat untuk lebih menghargai dan mencintai kehidupan. “Cepat putus asa dan tidak mensyukuri hidup apa adanya merupakan suatu dosa besar. Banyak orang tidak sabar dalam menghadapi suatu masalah. Jalan pintas dengan cara bunuh diri, membunuh, gantung diri, minum racun, adalah pilihan terakhir saat menghadapi masalah. ini semua bukan suatu upaya menyelesaikan masalah namun malah menimbun dosa. Akhir – akhir ini banyak terjadi perpecahan dalam keluarga. Keluarga yang seharusnya menjadi taman dimana cinta kasih dikembangkan, perhatian diberikan, kesabaran dipupuk terkadang berubah menjadi tempat iri hati, balas dendam, dengki, bahkan tak jarang terjadi tindak kekerasan. Ini yang perlu kita kumandangkan terus menerus agar melalui Natal kita masuk kembali ke semangat Allah menyapa kita dalam kelemahan dan keterbatasan”, ungkap Uskup Dominikus.

Baca juga : Meriahkan Natal, OMK di Tapal Batas Belu-Timor Leste Unjuk Kreativitas

Selain menghimbau umat untuk menciptakan perdamaian dalam lingkungan keluarga, terkhusus bagi umat penderita kusta, Uskup Dominikus juga mengajak untuk belajar menerima kondisi dan keadaan hidup dalam terang bahwa penderitaan itu harus diambil sebagai suatu warta iman.

“Kepada sesama saudara kita para penderita kusta juga, saya mengajak agar melihat penderitaan itu sebagai suatu warta iman bukan sebagai suatu kemalangan. Orang yang percaya menerima segala kondisi dan keadaan hidup di dalam terang. Bertahanlah karena dengan demikian kalian telah berdiri tegak sebagai pengikut Tuhan yang ikut memikul salib Tuhan. Janganlah menjadi ciut dalam iman dan harapan karena kehilangan sandaran”, himbau Uskup Dominikus.

Uskup Dominikus Saku juga mengatakan bahwa dari pihak gereja melalui perayaan misa khusus bagi penderita kusta tersebut, berusaha untuk memberikan makna kegembiraan, kedamaian, suka cita dan pengharapan bagi para penderita agar mereka dapat dimungkinkan merayakan pesta natal dan tahun baru dengan penuh iman. Sekalipun di dalam situasi menanggung penderitaan dan situasi yang serba terbatas.