Jelang Natal dan Tahun Baru BI NTT Sediakan Rp 2,7 Triliun
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan langkah antisipatif dengan menyiapkan uang tunai senilai Rp2,7 triliun khusus untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
“Kebutuhan dana pada akhir tahun selalu menunjukkan adanya kenaikan yang cukup tinggi,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Kupang, Selasa (12/12/2017).
Menurut Sinaga, data rata-rata uang keluar (net Outflow) Bank Indonesia pada bulan Desember dalam tiga tahun terakhir menunjukkan sebesar Rp1,39 triliun, dengan net outflow tertinggi pada tahun 2015 yang sebesar Rp1,57 triliun.
“Tingginya kebutuhan uang tersebut terutama disebabkan oleh besarnya penarikan perbankan menjelang akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan pembayaran proyek pemerintah dan swasta, ataupun besarnya pengeluaran pemerintah dalam mempersiapkan hari raya Natal,” katanya.
Dia menyampaikan, posisi uang yang siap diedarkan di Bank Indonesia per tanggal 12 Desember 2017 mencapai Rp977 miliar. Saat ini, Bank Indonesia juga sedang berupaya untuk melakukan penambahan uang masuk ke NTT sebesar Rp833 miliar.
“Sehingga total uang yang tersedia untuk diedarkan mencapai Rp1,81 triliun, lebih besar dari rata-rata kebutuhan dana di bulan Desember dalam tiga tahun terakhir yang sebesar Rp1,39 triliun,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Sinaga, untuk mempermudah dan mempercepat distribusi uang, Bank Indonesia secara total telah memiliki 8 kas titipan yang berada di Maumere, Atambua, Waingapu, Ende, Ruteng, Lewoleba, Waikabukak dan Kalabahi.
Baca juga : Pelaku Usaha Diimbau Tidak Manfaatkan Momen Natal untuk Spekulasi Harga
Adapun total posisi uang yang tersedia di kas titipan per tanggal 12 Desember 2017 mencapai Rp896 miliar, sehingga total uang yang tersedia untuk diedarkan di NTT mencapai Rp2,71 triliun, jauh lebih besar dari historis kebutuhan dana tertinggi di bulan Desember yang sebesar Rp1,57 triliun.
Dia memastikan, Bank Indonesia akan selalu menjaga dan memastikan ketersediaan pasokan uang di Provinsi NTT aman dan tersedia dalam jumlah yang cukup dan dalam pecahan yang sesuai.
“BI akan selalu menjaga pemenuhan kebutuhan uang, baik yang disalurkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT sendiri atau melalui kas titipan dan kas keliling yang dilakukan,” katanya.
Dari total jumlah tersebut, Sinaga menyebutkan, sejumlah Rp976 miliar merupakan stock per tanggal 11 Desember 2017 dan akan ditambah dengan kiriman masuk Rp833 miliar dari Kantor Pusat. BI NTT juga telah mengalokasikan Rp896 miliar yang akan tersedia kas titipan di 8 (delapan) titik di NTT, yakni Maumere, Atambua, Waingapu, Ende, Ruteng, Lewoleba, Waikabukak dan Kalabahi.
Rata-rata Outflow (arus keluar) yang mencakup kebutuhan masyarakat, pemerintah dan swasta, bulan Desember pada 3 (tiga) tahun terakhir adalah sebesar Rp1,4 triliun, dengan outflow tertinggi pada tahun 2015 sebesar Rp1,5 triliun.
“Oleh karena itu, dengan membandingkan stock uang tunai yang tersedia terhadap histori kebutuhan uang bulan Desember, dapat disimpulkan bahwa kondisi persediaan uang tunai pada bulan Desember tahun ini di NTT aman guna menghadapi Natal, Tahun Baru maupun realisasi pembayaran proyek pemerintah,” sebutnya.
Sinaga berharap, aktivitas perekonomian masyarakat menjelang akhir tahun dapat berjalan lancar, demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT.

