Dianggap Lalai, Kasat Pol PP Klarifikasi Soal Insiden Diruang Wawali

Bagikan Artikel ini

Lapporan nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Banyak sorotan yang dialamatkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang, pada saat insiden yang terjadi pada Kamis (02/11/2017) di ruang kerja Wakil Walikota Kupang, Hermanus. Pihak Pol PP dinilai tidak mampu menjaga keamanan di Kantor Walikota Kupang, sehingga ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama sejumlah orang yang masuk ke ruang kerja Wakil Walikota dan memarahi serta membentaknya.

Dan pada saat itu ada petugas dari Pol PP, tapi mereka tidak menegur bahkan melerai ketika terjadi insiden tersebut. Namun sorortan tajam yang dialamatkan kepada Pol PP terkait ketidak berdayaan dan kesigapan dari Pol PP mengamankan pemimpin mereka dibantah oleh Kasat Pol PP Kota Kupang, Thomas Dagang.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (07/11/2017), Thomas Dagang mengaku, bahwa saat insiden itu dirinya tidak ada berada ditempat dan hanya sebagian stafnya yang berada di Kantor Walikota Kupang.

Menurutnya, sebelum ASN yang bernama Jovid Tonubesi, dan Adipapa Palli, bersama Kepala Sekolah SMPN 9 Kabupaten Kupang, Yan Loudoe bersama sejumlah orang yang masuk dan membuat keributan, pihak pengawal Pribadi Wakil Walikota, dan Pol PP, yang sempat melarang sejumlah orang tersebut masuk keruang Wakil Walikota.

Mereka meminta agar yang masuk ke ruang wakil walikota hanya dua orang, dan tidak boleh lebih. Namun atas permintaan Wakil Walikota untuk memasukan rombongan tersebut kedalam, sehingga tidak terbersit pikiran dari para petugas bahwa akan terjadi keributan.

“Mereka mau melarang tapi karena permintaan dari Wakil Walikota sehingga mereka terpaksa membiarkan, karena menilai orang-orang yang datang itu merupakan tamu pak wakil walikota. Namun setelah terjadi keributan semua petugas panik. Mereka ingin melerai, tapi tidak instruksi dari wakil Walikota, sehingga para petugas hanya berdiri mengelilingi Wakil Walikota untuk berjaga-jaga saja,” katanya.

Ia mengaku setelah mendengar kejadian itu, dirinya yang baru saja pulang melayat, langsung berlari menuju ruang wakil walikota sambil menghubungi aparat kepolisian Polresta Kupang Kota, sehingga tidak berselang lama, pihak kepolisian pun tiba di Kantor Walikota dan ikut mengamankan Wakil Walikota.

“Jadi bukan kami tidak mampu mengawal Wakil Walikota dengan baik, tapi rombongan itu masuk ke ruang kerja Wakil Walikota atas seijin beliau,” katanya.

Ia mengaku pasca insiden tersebut, dirinya langsung membuat pengamanan di ruang kerja Walikota dan Wakil Walikota, dengan menempatkan petugas yang selalu siaga pada jam kantor. Semua tamu yang ingin bertemu dengan kedua pemimpin Kota Kupang itu, harus melapor dulu, kemudian memberitahukan alasan yang jelas baru diijinkan masuk keruang sekertariat.

“Hal itu kami lakukan untuk meningkatkan pengamanan terhadap kedua pimpinan tertinggi di Kota Kupang. Jadi pada insiden tersebut bukan kami yang lalai tapi kami menghargai tamu dari pak Wakil,” Katanya.