Ternyata, Dua Warga Yang Diamankan Terkait Dugaan Selundup Kayu Cendana Oknum Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dua warga yang berhasil diamankan beserta 200 Kg kayu cendana yang diduga diselundupkan dari wilayah Timor Leste ke Indonesia beberapa waktu lalu ternyata oknum anggota Kepolisian.

Informasi yang berhadil dihimpun media di lapangan menyebutkan bahwa, dua warga berinisial SEL dan EK merupakan oknum anggota Polisi. SEL bertugas di Polda NTT sedangkan EK bertugas di Polres Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Terpisah, Selasa (6/10/2020) kemarin, Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh yang dikonfirmasi awak media, mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani secara internal. Kasus tersebut sementara diproses oleh penyidik Satreskrim Polres Belu.

Diberitakan sebelumnya, Personel pos Salore Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB berhasil mengamankan kayu Cendana sebanyak tujuh karung atau seberat kurang lebih 200 kg yang diduga dari Timor Leste ke Indonesia.

Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya, Minggu (04/10/2020) pagi menuturkan, pengamanan kayu Cendana dipimpin oleh Wadanpos Salore Sertu Firman Wahyu bersama personel Pos Salore Kipur 1 Satgas Yonif RK 744/SYB bersama staf Intel pada Sabtu (03/10/2020) pukul 20.45 Wita.

Saat melaksanakan sweeping yang bertempat di CO.1210 – 9930 untuk jarak kurang lebih 1 Km dari Pos Salore di jalur utama Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu berhasil menangkap 2 orang yang mengangkut kayu cendana menggunakan mobil Avanza nopol DH 1362 AM.

Jelas dia, Wadanpos Salore mendapat telpon dari anggota Staf Intel Satgas Serka Lalu Hamzanwandi yang memberikan informasi dimana informasi tersebut bersumber dari salah seorang warga Motaain berinisial (AN) yang tidak ingin disebutkan identitasnya bahwa akan ada mobil yang lewat membawa Kayu Cendana dari perbatasan Mota’ain ke arah Atambua.

“Atas informasi tersebut langsung ditanggapi oleh Wadanpos untuk dilaporkan kepada Danpos dimana laporan tersebut dilanjutkan kepada Wadansatgas yang langsung direspon dan dilaporkan kepada Dansatgas. Kemudian Wadanpos beserta 4 anggota bersama staf Intel langsung melaksanakan Sweeping di jalan utama Desa Tulakadi yang berjarak 1 km dari pos salore di dekat Tikungan,” terang Alfat.

Lanjut Dansatgas, dari hasil sweeping tersebut diketahui 2 orang pelaku berinisial SEL (33) dan EK (32) adalah warga Atambua dan Kupang dimana beberapa dokumen yang berhasil diamankan dari pelaku berupa KTP dan surat surat lainnya yang diduga palsu dan tidak lengkap.

“Di lokasi Sweeping yang dihadiri oleh Dankipur 1, staf intel Kodim Belu, Sub Denpom Atambua, staf Intel Korem 161/WS dan personel Danpos Salore tersebut sempat terjadi ketegangan dan adu argumen. Namun akhirnya dapat dikendalikan dan pelaku serta mobil yang memuat kayu cendana berhasil digiring ke mako untuk dilakukan interogasi dan diambil keterangannya serta barang bukti diamankan di mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB,” tutur dia.

Dikatakan, tindakan selanjutnya Satgas Yonif RK 744/SYB melaporkan hasil temuan tersebut kepada Komando atas serta berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk proses lebih lanjut.

“Satgas Yonif RK 744/SYB akan melakukan tindakan tegas terhadap segala jenis pelanggaran di wilayah perbatasan tanpa pandang bulu. Hal ini dilakukan demi menghilangkan keresahan di masyarakat dan menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif,” tegas Alfat.