Kementerian dan Tiga BUMN Ajak Undana Bangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebagai upaya untuk makin meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kondisi perekonomian nasional dan peran BUMN serta meningkatkan link and match antara BUMN dan perguruan tinggi, dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Kementerian BUMN menyelenggarakan kegiatan bertajuk “BUMN Hadir di Kampus Tahun 2017”.

PLN bersama PT Surveyor Indonesia (PT SI) dan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PT PPA) menyapa para mahasiswa dan dosen di Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Sabtu (28/10/2017).

Rilis yang diterima media ini menyebutkan, acara BUMN Hadir di Kampus yang dihadiri 1.050 mahasiswa dan civitas akademika UNDANA ini merupakan kegiatan dimana Menteri BUMN, Pejabat Eselon I Kementerian BUMN dan Direktur BUMN diterjunkan ke Kampus untuk berdiskusi dengan civitas akademika Perguruan Tinggi yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa.

Hadir menjadi narasumber dari Kementerian BUMN adalah Deputy Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN yang juga Komisaris di PLN Aloysius Kiik Ro, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara (JBTBN) PLN Djoko R. Abumanan, Direktur Utama PT SI M. Arif Zainuddin, dan Direktur Utama PT PPA Saiful H. Manan, serta Rektor UNDANA Fredrik Lukas Benu yang membuka kegiatan dan terlibat dalam diskusi.

Program BUMN Hadir di Kampus yang menyasar pada civitas akademika mengharapkan agar mereka sebagai bagian penting dari generasi bangsa mampu mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, adil, makmur dan sejahtera.

Dalam pembukaan acara, Rektor UNDANA mengucapkan terima kasih kepada BUMN dan mengajak seluruh civitas akademika UNDANA untuk bersinergi dengan BUMN.

“Terima kasih jajaran manajemen BUMN dan seluruh peserta yang telah hadir pada acara ini. Mari kita bekerjasama untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi pembangunan generasi muda dan bangsa Indonesia,” ujar Fredik Benu.

Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan menjadi tajuk utama dalam topik paparan dan diskusi ini. Deputy Kementerian BUMN dan para Direktur BUMN menjelaskan kepada civitas akademika UNDANA mengenai gambaran kondisi perekonomian nasional, peran strategis BUMN sebagai agen pembangunan dalam penguatan ekonomi nasional, program-program Unggulan BUMN dan BUMN Hadir untuk Negeri demi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, Sinergi BUMN dan Kampus untuk riset dan komersialisasi serta employee link and match.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk aktif dalam diskusi ini dimana mereka dapat menyumbangkan ide dan aspirasi mengenai kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Pada dasarnya, BUMN hadir untuk menjawab tantangan yang harus dihadapi Indonesia, yakni melalui peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan akses permodalan untuk usaha mikro, kecil dan menengah, BUMN melakukan perluasan usaha sampai ke pelosok negeri.

Baca juga : Peringati Sumpah Pemuda, BUMN Hadir di Undana Kupang

“Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah Indonesia saat ini merumuskan sembilan agenda prioritas atau yang disebut dengan Nawacita. Dan selama 3 tahun terakhir ini, kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan kualitas hasil yang terus membaik. pertumbuhan ekonomi semakin meningkat di atas 5% atau nomor 3 terbesar diantara negara-negara G20,” jelas Deputy Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius.

Direktur Bisnis Regional JBTBN PLN Djoko R. Abumanan menjelaskan mengenai kehidupan saat ini yang membutuhkan konektivitas tinggi.

“Kita patut bersyukur ada BUMN hadir di negeri ini. Menurut survey, kelistrikan juga menjadi kebutuhan dasar, selain jalan. Kalau saya keliling, masyarakat mintanya dua, jalan dan listrik. Karena kita sangat bergantung pada kehidupan konektivitas ini. Sekarang jamannya serba digital, kalau dulu keluhan pemadaman listrik lama ditanggapinya, tapi sekarang bisa cepat dan langsung kami tanggapi lewat Contact Center PLN 123 dan aplikasi smartphone PLN MOBILE,” ujar Djoko.

Djoko menambahkan, PLN punya tugas dari pemerintah untuk membangun program 35.000 MW. Untuk pembangunan ini PLN perlu keikutsertaan masyarakat dan stakeholder, seperti pemerintah dan termasuk pemerintah.

Salah satu perwujudan sinergi antara BUMN dan kampus terlaksana hari ini, dimana dalam program ini juga dilaksanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar kampus Nusa Cendana oleh para mahasiswa dan dosen yang dipimpin oleh Rektor dan para Direktur BUMN.

Selain itu, momen ini juga dijadikan PLN dan UNDANA sebagai tonggak sejarah baru karena ditandandatanganinya Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat terkait Ketenagalistrikan.

MoU yang ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah NTT Christyono dan Rektor UNDANA ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pengelolaan ketenagalistrikan secara optimal guna menunjang proses pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara.

Pada program ini juga dilakukan penyerahan beasiswa sebesar Rp 250 juta untuk 50 mahasiswa UNDANA dan bantuan pelatihan untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNDANA sebesar Rp 150 juta dari PLN Peduli atau program Corporate Social Responsibility PLN yang dilakukan secara simbolis oleh Direktur Bisnis Regional JBTBN kepada Rektor UNDANA.

Tidak hanya itu, para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen UNDANA mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah menarik dari BUMN lewat kuis interaktif dan doorprize, seperti motor listrik, kompor induksi, laptop, sepeda, powerbank dan flashdisk.

Kegiatan BUMN Hadir di Kampus diselenggarakan secara serentak hari ini (28/10) di 28 perguruan tinggi di Indonesia bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda.