Banyak Aset Yang Terbengkalai, Ketua Komisi I Minta Pemkot Komunikasi dengan Pemkab

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul banyak gedung-gedung kantor yang tidak terawat milik pemerintah Kabupaten Kupang, yang berada diwilayah Kota Kupang, DPRD Kota Kupang mengharapkan adanya kerjasama antar Pemkot, dan Pemkab Kupang untuk pengelolaan aset-aset tersebut.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I, DPRD Kota Kupang, Padron Paulus kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (24/1/2017).

Padron mengatakan, Sejak ibukota Kabupaten Kupang berpindah ke Oelamasi pada 18 Oktober 2006 lalu, banyak gedung kantor yang tidak terpakai lagi hingga sekarang. Gedung-gedung ini sudah menjadi gedung tua yang tak terawat. Termasuk gedung Kantor Bupati di Jalan Ir. Soekarno di Kelurahan Fontein.

Menurutnya, mestinya ketika Kota Kupang resmi menjadi daerah otonom baru (DOB), Pemkab Kupang menyerahkan aset-aset ini kepada pemkot. Namun karena tidak diserahkan ke Pemkot, maka aset-aset ini dibiarkan terbengkalai.

Padron menyarankan agar Pemkot bekerja sama dengan Pemkab untuk mencari solusi terbaik. “Intinya gedung-gedung ini jangan telantar seperti ini,” katanya.

Baca juga : Iban Medah Siap Terapkan Sistem e-Government

Menurutnya, saat ini hubungan Pemkot dan Pemkab sudah cair setelah Pemkot dipimpin Wali Kota Jefri Riwu Kore. Hal ini terlihat dari adanya kerja sama dalam pelayanan air bersih, yang selama bertahun-tahun tidak terwujud.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini, bisa menjadi perhatian wali kota untuk melakukan pendekatan dengan Bupati Kupang minimal bisa mendapat hak guna pakai gedung-gedung eks Pemkab,” katanya.

Dengan demikian, gedung-gedung ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif di Kota Kupang. Apalagi, saat ini pembangunan di Kota Kupang mengacu pada konsep Smart City.

Menurutnya, Kota Kupang masih butuh banyak gedung untuk berbagai kegiatan, baik pemerintahan maupun aktivitas masyarakat, khususnya pemuda. Oleh karena itu, bisa dilakukan kerja sama dengan Pemkab Kupang. “Daripada hanya menjadi gedung tua dan membuat wajah kota ini tidak bersih, lebih baik dikerjasamakan, sehingga memberikan keuntungan,” katanya.