Bendungan Raknamo Mampu Aliri 831 Hektar Lahan Irigasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang progres pembangunannya fisiknya telah mencapai sekitar 95 persen dan sesuai rencana akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2017, mampu mengairi lahan irigasi seluas 831 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur (NTT), Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (6/10/2017).

Anis mengatakan, dengan progres pembangunan fisik demikian, dipastikan bendungan sudah mulai diisi air pada musim hujan tahun ini. Sehingga pada musim tanam kedua pada Mei- Juli 2018, sumber air yang ada sudah mulai dimanfaatkan.

“Pencetakan sawah baru memanfaatkan sumber air dari bendungan Raknamo, tetap bekerjasama dengan TNI sebagaimana yang sudah dijalankan selama ini,” kata Anis.

Dia mengungkapkan, di sekitar bendungan Raknamo sudah ada irgasi tua seluas kurang lebih 40 hektar. Untuk tahap awal, ditargetkan lahan yang diolah seluas 80 hektar dari total kemampuan lahan irigasi yang bisa diairi dari bendungan Raknamo seluas 831 hektar.

Baca juga : Copa NTT Memasuki Babak 8 Besar, Duel Flores VS Timor

Terkait pengolahan lahan ini, lanjut Anis, pemerintah provinsi bekerjasama dengan Politeknik Negeri Kupang untuk melakukan survei invstigasi desain. Survei dimaksud untuk mengidentifikasi lahan mana yang mesti ditanam pada tahap pertama yang seluas 80 hektar tersebut. Sehingga pada musim tanam tahun depan, lahan irigasi yang ada sudah mulai dicetak atau dikerjakan.

“Kita harapkan setelah air dari bendungan Raknamo mulai dimanfaatkan, dalam setahun bisa dilakukan dua kali tanam,” harap Anis.

Anis menambahkan, dirinya telah melakukan pengecekan lapangan terkait saluran irgasi dan calon lahan sawah. Saat ini, sedang dilakukan pengerjaan saluran sekunder dan tersier. Sesuai kontrak, pengerjaan saluran dimaksud berakhir pada Desember 2017.

Total lahan sawah yang bisa dilayani dari bendungan Raknamo seluas 831 hektar itu, akan dibagi dalam 12 petakan tersier. Untuk tahap awal, dimanfaatkan dua sampai tiga petakan tersier yang akan mengairi 80 hektar sawah irigasi.