30 WNA Asal Timor Leste Dipulangkan Imigrasi Atambua Melalui PLBN Mota’ain

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pihak Imigrasi Kelas II Atambua, Kabupaten Belu mendeportasi atau memulangkan sebanyak 30 pria warga negara asing asal Timor Leste melalui PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kacamatan Tasifeto Timur, Kamis malam (28/9/2017).

Hal itu dibenarkan PLT Kasi Wasdakin selaku Kasi Informasi Sarana Komunikasi Imigrasi Atambua, Gunawan Guntoro didampingi Reza Sulaiman ketika ditemui media di ruang kerjanya, Jumat (29/9/2017).

Gunawan membenarkan pihak Imigrasi mendeportasi 30 warga negara asing asal Timor Leste setelah menerima pelimpahan dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Belu kemarin pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

“Mereka (30 orang) warga Timor Leste tidak kantongi dokumen resmi masuk ke Indonesia dan kita langsung lakukan proses BAP sesuai SOP dan dari hasil BAP semuanya dari satu kampung Atabae,” urai dia.

Jelas Gunawan, tugas Imigrasi  hanya memproses warga negara asing yang tidak memiliki dokumen resmi saat memasuki wilayah Indonesia dan BAP dilakukan sesuai regulasi atau SOP.

Baca juga : Golkar Target Menang 50 Persen Pilkada 2018

“Setelah semuanya di BAP, sekitar jam 8 malam, kita langsung antar mereka menggunakan kendaraan dikawal petugas Imigrasi dan dibantu personel Polres Belu. Kita pulangkan lewat PLBN Mota’ain di fasilitasi Konsulat RDTL di Atambua,” sebut dia.

Informasi yang diperoleh media, sebanyak 30 orang tersebut masuk ke wilayah Indonesia dari Timor Leste melalui jalur laut menggunakan perahu motor yang berlokasi di Pantai Sukaerlaran, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakulukmesak pada tanggal 23 September kemarin.

Tujuan 30 orang warga tersebut mengikuti kegiatan pengesahan bela diri setia hati yang dilaksanakan di Atambua pada tanggal 25 September lalu. Selesai kegiatan, pada hari Rabu tanggal 27 September pukul 19.10 Wita ke 30 warga yang hendak pulang ke negara Timor Leste dengan kembali melaui jalur laut menggunakan perahu motor.

Namun dalam perjalanan pulang mereka ditangkap oleh Sat pol Air Polres Belu diperairan laut Atapupu yang berjarak sekitar 5 Mil dari bibir pantai Atapupu yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol Air Polres Belu AKP, Abdul Nurdin Magang ketika sedang melakukan patroli di perairan Pantura itu.

Terpisah Kapolres Belu, Yandri Irsan yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com Jumat malam membenarkan, hasil pemeriksaan anggota ke 30 pria warga asal negara Timor Leste berhasil diamankan personel Sat polisi air di pantai Atapupu ketika akan kembali ke Timor Leste melalui perairan Atapupu usai kegiatan pengesahan bela diri di Atambua.