Desa Didorong Manfaatkan Dana Desa Bangun Embung

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah desa di NTT didorong untuk memanfaatkan sebagian dana desa membangun embung guna memenuhi kebutuhan air baku, untuk air minum bersih, ternak dan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (13/9/2017).

Menurut Anis, kendaa yang dihadapi hampir semua daerah di NTT adalah minimnya ketersediaan air yang cukup unuk pertanian dan peternakan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah membangun embung berskala kecil dan sedang.

“Ini juga merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi, untuk memanfaatkan dana desa membangun embung atau infrastruktur pertanian di desa,” kata Anis.

Anis menjelaskan, informasi yang diperoleh sekitar sembilan kabupaten mengalami kekeringan atau kerusakan akibat air tidak sampai atau mesin pompa yang rusak atau jaringan yang rusa. Namun hal itu tidak melanda seluruh daerah di sembilan kabupaten itu karena terjadi secara sporadis da spot- spot pada titik tertentu.

Baca juga : Empat Warakawuri Ziarah Nasional Bersama Panglima TNI ke TMP Seroja Dili

“Kondisi kekeringan itu masih normal atau wajar dan tidak mengganggu situasi pangan secara keseluruhan,” ungkap Anis.

Dia menyampaikan, di lokasi- lokasi yang mengalami kerusakan itu, tetap dilakukan dengan program reguler antara lain, perbaikan irigasi yang rusak. Membantu membangun dan parit atau tempat air yang siap dibuang ke laut ditangkap kembali untk dimanfaatkan, a pemanfaatan pompa air.

“Kita bantu pompa ar, baik yang berasal dari kementerian pertanian maupun APBD Provinsi NTT,” ujar Anis.

Lebih lanjut Anis menyatakan, pompa air ini dimanfaatkan untuk menyedot sumber air yang tersedia seperti sumur pantek, air embung, dan air sungai yang dipinggir kali. Tapi secara keseluruhan, kondisi NTT saat ini tidak mengalami persoalan yang berarti karena berada pada musim kemarau basah. Dengan kondisi iklim seperti itu, masih bisa mengoptimalkan sumber- sumber air di daerah irigasi.

“Tahun ini curah hujannya bagus dan hampir semua daerah irigasi lahan tada huja bisa ditanami. Sedangkan tahun sebelumnya, sekitar 6.000 hektar lahan tadah hujan tidak bisa ditanam karena hujannya tidak banyak,” tegas Anis.