Diduga Gudang Penampungan CV Inrichi Terima Kayu Hasil Pembalakan Liar
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – GR seorang petugas sensor pohon kayu Sonokeling (Matanikase) di dalam kawasan Hutan Lindung Fatufue, Nefomasi Kelurahan Aplasi Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, mengaku kayu Sonokeling hasil pembalakan liar itu dimasukkan ke gudang penampungan CV Inrichi.
Ungkapan GR disampaikan langsung ke Kasi Perencanaan dan Pengelolaan Hutan, Yohanes Olin di dalam kawasan hutan saat tim Dishut TTU melakukan sidak ke gudang penampungan kayu dan pemeriksaan beberapa lokasi kawasan hutan lindung yang dirusak.
Seperti biasa, aksi pembalakan liar masih terus terjadi di dalam kawasan hutan lindung.
Pada Senin (24/07) pihak Dishut TTU mendapat laporan bahwa masih terjadi aktifitas pembalakan liar di wilayah hutan Nefomasi. Saat petugas mendatangi hutan Sonokeling, seorang tukang sensor GR yang ikut masuk ke dalam hutan mengatakan dia sementara mengecek kayu miliknya. Dan menurutnya, puluhan kayu dalam bentuk dolgen yang ditebang pada Minggu (23/07) sudah diambil CV Inrichi. Sementara yang lain masih sementara di sensor. Selasa sore (25/07) pihak Dishut TTU langsung menyita belasan dolgen lainnya yang masih terbuang di dalam kawasan hutan Nefomasi.
Setelah belasan kayu itu diamankan, pihak Dishut dipimpin langsung, Yohanis Olin melakukan sidak ke gudang CV Inrichi dan menemui potongan kayu bentuk dolgen sebanyak 30 batang sesuai pengakuan Gusti Raja alias Guti. Namun upaya klarifikasi Yohanis Olin dan lima petugas lainnya tidak mendapat jawaban pasti dari Set Tatengkeng PNS Dishut yang berada di dalam gudang penampungan. Lantaran menurut Set, dirinya tidak mengetahui soal asal usul kayu yang ditampung.
Baca juga : Lagi, Kasus Ilegal Loging Dishut TTU Sita Puluhan Dolgen Sonokeling
“Kami mendapat informasi warga bahwa masih ada aktifitas penebangan liar di kawasan hutan Nefomasi, saat mendatangi lokasi kami bertemu dengan Gusti dan kami diinfokan bahwa sebanyak 30 dolgen sudah dimasukan ke gudang CV Inrichi. Ketika kami melakukan sidak di di gudang penampungan Cv Inrichi, kami hanya menemui Set Tatengkeng dan Set mengatakan tidak mengetahui soal asal usul kayu, sebaliknya Paskalis Usboko alias Charles sebagai Direktur lebih mengetahui soal itu”, jelas Yohanis Olin kepada wartawan media ini.
Jawaban yang sama disampaikan Set Tatengkeng kepada wartawan media ini. Saat ditemui di dalam lokasi gudang penampungan pada Senin (24/07) pukul 18.30 wita, Set mengaku tidak mengetahui asal usul kayu. “Saya PNS di Dinas kehutanan juga yang pernah ikut kerja mencari kayu Sonokeling, tetapi sudah berhenti lama mengingat status PNS saya. kalau menyangkut asal usul kayu, saya tidak tahu menahu. Pak Charles Usboko sebagai Direktur yang lebih tahu. Soalnya sejak ijin edar terbit, pak Charles yang mengambil alih pekerjaan itu”, aku Set.
Namun ketika ditanyai media ini terkait jumlah kayu yang diperoleh dari masyarakat dan wilayah penebangan di desa – desa, Set mengakui bahwa tidak semuanya murni milik masyarakat. “Yah, kami ada catatan menyangkut kepemilikan kayu. Tapi tidak semua kami ambil dari pekarangan masyarakat. Jujur saja, bahwa dalam gudang penampungan ini 75% kayu yang kami peroleh berasal dari kawasan hutan lindung dan 25% dari pekarangan milik masyarakat. Tapi saya sudah tidak urus lagi soal kayu Sonokeling ini. Semua sudah diambil alih pak Charles Usboko”, sambung Tatengkeng.
Sementara Direktur CV Inrichi, Paskalis Usboko alias Charles langsung menghubungi wartawan media ini pertelepon Selasa (25/07). Dalam percakapannya, Usboko menolak pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah mencuri kayu dari dalam kawasan hutan lindung. “Saya, Charles Usboko. Saya mau bertanya, apakah sekarang wartawan punya hak menangkap pencuri? Dan saya tidak pernah mengambil kayu dari dalam kawasan hutan lindung”, tandasnya.
Bantahan Usboko terjawab saat wartawan media ini berada di dalam kawasan hutan Nefomasi Selasa (25/07), penebangan pohon Sonokeling di dalam kawasan hutan Nefomasi ternyata ditampung di gudang CV Inrichi sesuai pengakuan Guti kepada pihak Dishut. Diperkuat dengan adanya puluhan kayu baru, bentuk dolgen yang ditemui wartawan media ini saat berada dalam gudang penampungan Cv Inrichi.

