Pendeta Abraham Soleman Nenobais Terpilih Menjadi Ketua Majelis GPdI NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dari hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke XV Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) NTT, Pendeta (Pdt) Abraham Soleman Nenobais terpilih kembali menjadi Ketua GPdI NTT untuk masa jabatan tahun 2017-2022. Terpilihanya Pdt.Nenobais mengalahkan Pdt.Daniel Datik dalam pemilihan Ketua Majelis GPdI, yang berlangsung Hotel Silvia Kupang, Rabu (26/7/2017).

Dalam pemilihan itu, dari 358 pendeta Gereja GPdI di NTT yang berpatisipasi, Pdt.Nenobais yang juga Ketua GPdI NTT, masa jabatan 2012-2017 berhasil mendulang 233 suara, sementara Pdt. Daniel Datik mendapat 122 suara dukungan.

Sebelumnya, Ketua panitia Musda, Bonifasius Lutu Edo mengatakan, kegiatan Musda ini diselenggarakan selama tiga hari pada 25 hingga 27 Juli 2017, memiliki beberapa kegiatan.

“Selain melakulan pertemuan untuk mempererat persekutuan persaudaraan para hamba Tuhan di daerah NTT. Kita akan melakulam peniliaan laporan pertanggungjawaban mejelis daerah GPdI NTT, dan menetapkan program kerja majalis daerah GPdi NTT, serta melakukan pemilihan ketua majelis daerah GPdi NTT periode 2017-2022,” katanya.

Ia menambahkan, masih ada juga kegiatan lain yang dilaksanakan dalam Musda ini yakni akan dilaksanakan pelantikan para pendeta muda.

Baca juga : Dishub Berlakukan Kawasan Tertib Lalu Lintas di Pusat Kota Atambua

“Khusus untuk pemilihan ketua majelis daerah GPdI NTT ini ada dua kandidat yang ikut didalam pemilihan kali ini yakni petahana Pdt.Abraham Soleman Nenobais dari gembala GPdI Obeng dan Pdt.Daniel Datik dari gembala GPdI Alak,” katanya.

Untuk pemilihan ini nanti, katanya, para peserta yang memilih adalah para gembala sidang dengan dilakukan sistem voting. Sehingga diharapkan semua kegiatan yang berlangsung dalam Musda tidak bosa dan berjalan kondusif, sebab yang hadir dalam penentuan ketua majelis daerah GPdI NTT ini adalah para hamba Tuhan.

Sementara Ketua majelis daerah GPdI NTT, Pdt.Abraham Soleman Nenobais dalam sambutannya mengatakan, dengan diselenggarakan Musda GPdI NTT ini kirannya jangan dijadikan ajang politik untuk saling menjatuhkan, tapi saling merangkul dalam penetapan pimpinan, sebab semua adalah keluarga.

“Melalui Musda ini kita jangan dijadilam ajang politik, karena kita adalah pemimpin rohani yang mengutamakan kasih melalui tuntunan Tuhan,” tutupnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I Setda NTT, Michael Fernandes, dan dihadiri sekitar 500 gembala jemaat, serta para tamu undangan yang merupakan para pengurus GPdi dari pusat.