PKB Minta Kurikulum Pelajaran Agama Harus Dievaluasi Secara Total

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta agar kurikulum pengajaran agama yang diajarkan di sekolah- sekolah harus dievaluasi secara total untuk menghindari sikap kebencian dan permusuhan sesama umat beragama di kalangan para siswa.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar sampaikan ini ketika membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PKB NTT di Kupang, Senin (5/6/2017).

Menurut Muhaimin, materi kurikulim pelajaran agama yang diajarkan di sekolah- sekolah, sebagiannya menumbuhkan sikap permusuhan di kalangan para siswa. Contohnya, kurikulum agama tingkat SMA di Jawa, mengajarkan tentang musuh sesama agama dan tidak boleh bergaul dengan sesama dari agama lain. Ini artinya, nilai- nilai permusuhan dan primordialisme sudah ditanamkan kepada para pelajar di tingkat SMA.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden Jokowi agar kurikulum pengajaran agama yang diajarkan di sekolah- sekolah dievaluasi secara total,” kata Muhaimin.

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar kegiatan yang menghadirkan tokoh agama dalam negeri dan luar negeri. Dari kegiatan itu, GP Ansor menemukan bahwa inti dari ajaran agama adalah menjunjung tinggi kemanusiaan dan perilaku. Dengan adaya temuan itu, pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi seluas- luasnya kepada masyarakat tentag inti ajaran agama yang perlu diamalkan dan dilaksanakan dalam kehidupan.

Muhaimin menyebutkan beberapa faktor penyebab munculkan radikalisme, ekstrimisme, primodialisme, dan terorisme yang marak terjadi saat ini. Faktor penyebab itu antara lain, ajaran atau doktrin yang dibangun atas cita- cita masing- masing agama melalui idiologi yang diajarkan. Mereka memahami ajaran agama sepotong- sepotong, tanpa melihat inti ajaran agama secara menyeluruh. Mereka juga tidak melihat nilai- nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agama dimaksud.

Baca : Dua SHP Pantai Pede Semestinya Sudah Diblokir

“Bodohnya, mereka memahami ajaran agama secara sepotong dan bertindak di luar nilai- nilai luhur ajaran agama yang dianutnya,” tandas Muhaimin.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menyatakan, doktrin agama yang sepotong- sepotong itu diatasi dengan pendalaman atau pengajaran agama secara utuh. Selain itu, penyadaran atau perubahan tentang cara pandang keagamaan. Karena hakikat dari ajaran agama adalah menghargai kemanusiaan secara total.

Ketua DPW PKB NTT, Yucun Lepa mengatakan, kegiatan Rapimwil kali ini masih berkaitan erat dengan perayaan hari lahir Pancasila,1 Juni lalu. DPW PKB NTT merasa bertanggungjawab untuk menyelenggarakan agenda khusus dan rutin yang diselipkan dalam agenda kegiatan Rapimwil,  dalam upaya melestarikan dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila yang saat ini kian mengikis.

“Pancasila itu lahir dari rahim NTT di Ende, sehingga momen Rapimwil ini tentu kita selipkan agenda untuk pelestarian dan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Ini merupakan agenda rutin DPW PKB NTT yang dilaksanakan setiap tahun melalui agenda besar Rapimwil,” tandas Yucun.

Yucun yang juga anggota DPRD NTT ini menambahkan, di NTT tidak ada lagi pertentangan atau gejolak yang memecah-belah persatuan dan kesatuan. Bagi NTT, NKRI adalah final dan Pancasila adalah fondasi negara yang tidak lagi diutak-atik.

Ketua Pelaksana Rapimwil VIII PKB NTT, Kaharudin menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menemukan formula yang tepat dalam memenangkan Pilkada serentak 2018 dan politik elektoral 2019. Kegiatan ini mengusung slogan PKB Bangkit dan Menang 2018 dan 2019. Jumlah peserta kegiatan Rapimwil diperkirakan mencapai 100 orang yang terdiri dari utusan DPC PKB Kabupaten/Kota masing-masing tiga orang, Pengurus DPW PKB NTT, dan DPP PKB.

Dalam kegiatan Rapimwil ini juga akan diadakan rangkaian rapat pleno berkaitan dengan persiapan internal menyongsong Pemilu serta strategi menghadapi Pilkada dan Pileg tahun 2019 mendatang.