Inkoppol dan Polres Belu Jual Gula Pasir Murah Bagi Warga di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebagai bentuk kepedulian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Induk Koperasi Polisi (Inkoppol) dan Polres Belu menggelar pasar murah gula pasir bagi warga Kabupaten Belu di perbatasan RI-RDTL, Kamis (18/5/2017).

Pantauan media pukul 08.20 wita penjualan sembilan bahan pokok (sembako) khususnya gula pasir murah sebanyak 25 ton berlangsung di sekitaran area pasar senggol depan Makpolres Belu dihadiri puluhan warga sekitar Kota Atambua.

Hadir Ketua Tim Inkoppol, Irjen Pol.(Purn) Muji Waluyo, Mantan Kapolda NTT Brigjen Pol.(Purn) Anton Bambang Suedi, Brigjen Pol.(Purn) Bambang Sugiharto, Tim Inkoppol Setiawan Pambudi, Arif Cahya Sudarsono, PT Angel Production, Gatot Sutoyo, PT Sentra Utama Jaya, Hendra Hidayat, Made Robyn, Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan, Danramil 1605-01/Belu, Asisten II Setda Belu Yerem Kali Taek, Sekertaris Diperindag Belu dan Camat Kota Atambua.

Bupati Belu dalam sambutannya melalui Asisten II Setda Belu Yerem Taek menyampaikan terimakasih pada Polri yang peduli dengan warga perbatasan Belu menjual gulas pasir murah menjelang hari raya idul fitri. Kegiatan ini untuk mengantisiapsi jangan sampai pas hari raya terjadi inflasi.

“Kita harapkan dari sekarang sampai lebaran kondisi harga sembako normal dan umat yang merayakan hari raya tidak ada keluhan terutama mengenai pangan. Terkait itu stakeholder yang berurusan dengan pangan untuk jaga kestabilan barang, tidak boleh naikan harga barang yang tidak sesuai,” tegas Taek.

Baca : KPU NTT Sosialisasikan Sipol untuk Permudah Verifikasi Peserta Pemilu

Diharap juga, Dinas Perindag Belu dan keamanan melakukan pengamanan terhadap harga barang, sehingga keluhan mayarakat terkait kebutuhan sehari-hari bisa ada keseimbangan.

“Kegiatan seperti ini kalau boleh bisa berlanjut tidak saja jelang hari raya idul fitri dan hari hari lainnya, tapi bisa terus dilakukan sehingga kestabilan harga tetap terjaga,” ucap Taek.

Sementara pihak PT Sentra Utama Jaya melalui Hendra Hidayat menyampaikan, akan selalu siap memehuni kebutuhan masyarakat di perbatasan Belu terkait gula pasir. Bukan saja untuk kebutuhan menjelang hari raya, tapi untuk seterusnya dan akan menjaga kestabilan harga di Kabupaten Belu juga seluruh wilayah Indonesia.

Rosa salah seorang warga kota Atambua bersama beberapa warga lainnya mengatakan, operasi pasar gula pasir murah dari Inkoppol sangat membantu warga. Pasalnya harga gula pasir di pasar lokal dan tokoh sangat mahal Rp 17.000 perkilonya.

“Terimakasih untuk Inkoppol yang sudah jual gula pasir dengan harga murah. Kalau bisa operasi pasar murah dilakukan terus dan jual bahan sembako laiinya,” ujar dia.

Operasi pasar gula murah itu juga dilakukan Inkoppol bagi warga di Desa Silawan, Kecamatan Tastim di pintu batas Mota’ain dan Timor Leste.