30 Kapal Pesiar Singgah di Labuan Bajo

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sebanyak 30 kapal pesiar singgah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, selama Januari-Mei 2017. Masuknya kapal pesiar dari berbagai negara itu menunjukkan bahwa arus kunjungan wisatawan khususnya asing kian menggeliat.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu menyampaikan hal ini kepada wartawan usai menghadiri sidang paripurna dewan di gedung DPRD NTT, Selasa (16/5/2017).

Menurut Marius, setiap kapal pesiar yang masuk ke Labuan Bajo rata- rata membawa penumpang paling sedikitnya 700- 1.500 orang wisatawan internasional. Meski begitu, kapal- kapal pesiar yang berukuran besar tersebut hanya berlabuh di tengah laut.

“Kendala kita adalah kapal- kapal pesiar besar ini tidak bisa merapat dan hanya melabuhkan jangkarnya ditengah laut. Hal ini tentunya tidak menguntungkan karena tidak semua turis bisa turun, sebagian memang ke Pulau Komodo tapi mereka tidak turun di Labuan Bajo,” ungkapnya.

Marius mengatakan, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo umunya menyasar ke Pulau Komodo. Kemudian ada pula yang melanjutkan ke destinasi lain di sepanjang Pulau Flores hingga melakukan over land ke pulau-pulau lainnya di NTT.

“Pemerintah provinsi dan daerah terus berupaya agar arus kunjungan wisawatan bisa meningkat drastis. Salah satunya mengupayakan perbaikan infrastruktur bandara maupun pelabuhan laut,” ujarnya.

Baca : Para Atlet Diminta Berprestasi dalam Olahraga dan Pendidikan

Dia menyampaikan, ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Marina maupun Hotel Bintang Empat telah dilakukan beberapa waktu lalu di Labuan Bajo. Sehingga diharapkan dengan dibangunnya Pelabuhan Marina tersebut maka kapal pesiar bisa merapat sehingga ribuan wisatawan bisa turun di Labuan Bajo.

“Karena destinasi wisata di Manggarai Barat bukan hanya di Komodo dan Pulau Rinca, tapi juga di Labuan Bajo. Jadi kalau para wisatawan bisa turun di sana maka mereka bisa keliling ke call port lain yang ada di seluruh wilayah NTT,” katanya.

Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan juga tengah berproses mengembangkan Bandara Komodo, Labuan Bajo untuk mendukung penerbangan langsung internasional. Di Labuan Bajo juga akan dibangun Pelabuhan Marina untuk kapal pesiar internasional, yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2019.

“Kalau Pelabuhan Marina siap beroperasi minimal untuk kapal pesiar mini, maka dampaknya akan sangat besar karena ribuan wisatawan akan bisa turun langsung ke daratan,” ucap Marius.

Marius menambahkan, jumlah wisatawan yang datang ke NTT pada tahun 2016 lalu sebanyak 920 ribu wisatawan. Untuk tahun 2017, pemerintah provinsi menargetkan kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik sebanyak 1,5 juta.