Tiga Kampus di Manggarai Berunjuk Rasa Damai Bela NKRI dan Bebaskan Ahok

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sekitar 5 ribuan lebih massa yang tergabung dalam forum akademisi peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Ruteng, kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Kamis, 11 Mei 2017 siang memadati lapangan Motang Rua Ruteng, kabupaten Manggarai untuk melakukan aksi unjukrasa damai terkait situasi dan kondisi negara yang kian carut marut akhir-akhir ini.

Forum tersebut merupakan aliansi dari 3 lembaga Perguruan Tinggi di seputaran kota Ruteng, yaitu STKIP ST. Paulus Ruteng, STIKES ST. Paulus Ruteng, dan STIE Karya Ruteng, juga perwakilan tokoh masyarakat.

Terlihat pula ketua STKIP ST. Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, Pr, Dr. Inosensius Sutam, Pr, Dr. David Jerubu, SVD, Stevanus Rahmat, S.Fil, Raimundus Beda, SVD, Bonefasius Rampung, Pr, Fransiskus Sawan, Pr, Ketua DPRD Manggarai, Simprosa R. Gandut, Maximus Tamur, M.Pd, Ketua Prodi Maetematika, Valeria Kurnia Suryani, M.Pd.Si, bersama sejumlah para dosen-dosen tiga kampus lainnya.

Ada 8 poin seruan moral yang mereka sampaikan, yaitu; 1. Menyatakan diri sebagai pilar terdepan dalam mengawal tetap tegaknya NKRI dan menolak sikap individu, kelompok dan Ormas yang merong-rong keutuhan NKRI. 2. Siap melanjutkan legasi pembangunan bangsa, demi tegaknya NKRI, dan menolak semua tindakan atau aksi yang menghambat pembangunan. 3. Sebagai bagian dari NTT bumi tempat lahirnya Pancasila masyarakat yang menjunjung tinggi pluralis dan toleransi, kami kembali mengangkat sumpah setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, dan menolak semua intoleransi, radikalisme dan antipluralis dan multikultural. 4. Mendukung upaya pemerintah, TNI dan Polri untuk menjaga keutuhan NKRI dan membubarkan semua organisasi yang anti Pancasila dan NKRI. 5. Mendukung pemeritahan yang sah yang dipilih secara demokratis. 6. Menolak tirani mayoritas dan menuntut tegaknya supremasi hukum. 7. Turut belasungkawa atas matinya keadilan dalam kasus Basuki Cahaya Purnama (Ahok). 8. Mengajak seluruh elemen bangsa, mengambil peran dengan cara masing-masing, beradap dan bertanggungjawab untuk mengawal setia Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Baca : Di Manggarai, Ribuan Massa Berunjuk Rasa Minta Bebaskan Ahok

Aksi yang tanpa dikawal ketat oleh aparat keaman itu berlangsung aman dan kondusif.

Dalam orasinya, mereka juga menyerukan agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibebaskan.

Salah satu orator yang mewakili tokoh masyarakat, Marelus Samsudin, mengatakan, keputusan hukum terhadap Ahok sebenarnya penuh dengan syarat politik dan berdasarkan tekanan massa. Ahok hanyalah tumbal dari para elit-elit dan penguasa-penguasa berduit di negeri ini.

Sejumlah poster terlihat disana, bertuliskan pernyataan sikap dan seruan moral bela NKRI, diantaranya, bubarkan ormas-ormas radikal, bebaskan Ahok, Ahok tak bersalah, menolak sikap individu, kelompok dan Ormas yang merong-rong keutuhan NKRI.

Selain menyampaikan pernyataan sikap dan orasi dari sejumlah perwakilan atau koordinator masing-masing kampus dan tokoh masyarakat, juga diselingi dengan pembacaan puisi bernuansa kedaerahan dalam bentuk bahasa daerah Manggarai oleh Dr. Inosensius Sutam, PR, dan sejumlah mahasiswa.

Aksi unjukrasa itu diakhiri dengan doa bersama dari 3 perwakilan Agama, Katolik, Kristen dan Islam. Usai melakukan aksi unjukrasa, massa membubarkan diri kembali ke kampusnya masing-masing.