Asyik Memotret, Wisatawan Singapura Digigit Komodo
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Wisatawan asal Singapura bernama Loh Lee Aic (67) yang berprofesi sebagai fotografer, digigit komodo di seputar perkampungan Komodo, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 3 Mei 2017 .
Kabid Himas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast menerangkan, kejadian bermula ketika pada Senin 01 Mei 2017, korban berangkat dari Labuan Bajo menuju kampung Komodo dan menginap di rumah warga masyarakat bernama H. Kasing, dengan tujuan untuk mengumpulkan foto aksi Komodo.
Kemudian keesokan harinya, Selasa (2/5) saat Loh Lee Aic berjalan-jalan mengelilingi Kampung Komodo tersebut, korban melihat ada seekor kambing yang digigit oleh seekor Komodo di kompleks Pekuburan Umum dekat Pustu Desa Komodo namun tidak sempat untuk di dokumentasi.
“Korban mendapatkan informasi dari warga setempat bahwa apabila sudah ada kambing yang digigit Komodo dan kemudian mati pasti Komodo akan turun dari gunung untuk memangsa kambing yang sudah mati tersebut,” ungkapnya.
Setelah itu, pada Rabu (3/5) sekitar pukul 08.00 wita, Loh Lee Aic melakukan tracking ke tempat bangkai kambing yang telah mati di pegunungan sekitar 200 meter dari arah Pustu Desa Komodo tanpa di dampingi ranger/warga masyarakat untuk melakukan pengambilan gambar.
Jules melanjutkan, setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban melihat seekor komodo sedang memangsa seekor kambing, selanjutnya korban berusaha untuk mengabadikan moment tersebut, namun saat keasyika memotret korban tidak tahu ada seekor binatang Komodo kecil yang berada di sekitar korban yang kemudian langsung menggigit betis kaki bagian kiri hingga mengalami luka robek.
Baca : Menteri Yohana Minta Pemerintah NTT Segera Atasi Persoalan TKW Ilegal
Kemudian pukul 08.30 wita, masyarakat memberitahu Bhabinkamtibmas Desa Komodo, Bripka Anhar bahwa ada orang yang digigit komodo sehingga anggota Bhabinkamtibmas desa Komodo dibantu warga langsung melakukan pertolongan terhadap korban dan mengevakuasi korban ke Pustu Desa Komodo untuk dilakukan pertolongan pertama dengan melakukan jahit di lukanya dan diberikan antibiotik.
Setelah itu Bhabinkamtibmas Bripka Anhar dibantu warga masyarakat mengantarkan korban ke perahu milik nelayan setempat untuk dibawa menuju Labuan Bajo guna pengobatan selanjutnya.
“Ditengah perjalanan korban di jemput oleh Tim Basarnas dan Pos AL agar lebih cepat sampai labuan bajo utk dibawa menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo,” tandas Jules.

